AS Menghukum, Iran Melawan
- Secreenshot Video CNN.com
Gelagat anomali Donald Trump dibandingkan Presiden AS yang digantikannya, Barrack Obama sudah mulai terlihat sejak Trump mengancam keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran hingga akhirnya ancaman itu direalisasikan pada tahun ini. Pada 8 Mei 2018, AS akhirnya keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran maupun Kewajiban JCPOA yang ditandatangani AS sebelumnya dengan negara-negara besar lainnya dalam hal nuklir Iran.
Diketahui bahwa dengan Kesepakatan Nuklir Iran pada 14 Juli 2015 yang diteken Iran dengan AS, Rusia, China, Jerman, Inggris dan Prancis maka Iran berkewajiban transaparan dalam hal pengembangan nuklirnya. Sebagai balasan atas hal itu, Presiden Obama mencabut sanksi terhadap ekonomi Iran pada 16 Januari 2016. Namun nyatanya, hanya dua tahun Iran bagai bebas dari embargo ekonomi. Donald Trump bagai mengembalikan nasib buruk Iran bahkan mengirimnya ke kondisi yang lebih buruk.
Atas sanksi super berat itu, Donald Trump dengan nada menyindir mengatakan hanya ingin menyaksikan seberapa lama Iran bisa bertahan.
“Kita lihat saja apa yang terjadi di Iran sekarang, yakinlah mereka tak baik-baik saja, saya jamin itu,” kata Donald Trump dilansir laman BBC.
Hentikan Aksi Jahat
Menurut Washington, mereka menuntut agar Iran menghentikan aksi-aksi jahat yang sudah dilakukan selama ini. Satu, menyetop uji senjata balistik termasuk nuklir, kedua, menghentikan serangan siber, ketiga, berhenti mendukung kejahatan kelompok teroris di Timur Tengah.
Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan kembali seruan atasannya. Dia mengatakan bahwa AS akan memastikan sanksi itu benar-benar memukul Iran hingga pemerintah negara itu tak lagi melakukan kejahatan-kejahatan tersebut.
Pompeo mengatakan bahwa lebih dari 700 individu dan entitas masuk dalam daftar sanksi AS. Pula ada lebih dari 100 perusahaan internasional kata Pompeo sudah menarik diri dari Teheran.
“Kami akan bekerja dengan sangat rinci memastikan bahwa sebenarnya kami ingin mendukung masyarakat Iran namun kami hanya ingin membuat perilaku buruk pemerintah Republik Islam Iran berubah,” kata Pompeo.
Ironisnya, AS tak menunjukkan secara gamblang perihal bukti-bukti bahwa Iran melakukan kejahatan nuklir hingga bukti dukungan terhadap kejahatan jaringan teroris. Dalam hal pengembangan nuklir, JCPOA sempat meyakinkan bahwa Iran berjanji tidak akan memproduksi senjata bahan plutonium tahap lanjut di fasilitas Arak.