Menakar 'Nasionalisme' Mobil Esemka
- viva.co.id/Dian Tami
Definisi mobil nasional
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Yohannes Nangoi, sempat mempertanyakan arti dari mobnas, saat berbincang dengan VIVA beberapa waktu lalu.
“Apa sih yang Anda sebut mobil nasional? Mobil nasional itu namanya Indonesia? Kalau dibilang komponen lokalnya harus 90 persen, sudah banyak yang seperti itu. Bikin mobil nasional saya yakin pasti jadi, pasti bisa. Bikin mobil yang bisa dijual, itu yang susah,” ungkapnya.
Sejatinya, Indonesia tidak asing dengan mobnas. Mulai dari mobil MR-90 karya Soebronto Laras, hingga Timor milik Tommy Soeharto. Namun, semuanya harus kandas. Lalu, ada Esemka.
![]()
Berawal dari Solo pada 2012, kini merek yang digadang-gadang menjadi mobnas tersebut dikabarkan akan segera meluncur. Pabriknya ada dua, di Boyolali, Jawa Tengah dan Bogor, Jawa Barat.
Sayangnya, isu tidak sedap juga menggerayangi mobil tersebut. Mulai dari wujudnya yang tak juga muncul, dianggap sebagai ‘kendaraan politik’ hingga isu rebranding layaknya Timor.
Isu rebranding muncul, karena beberapa waktu lalu terlihat sebuah mobil dengan label Garuda di bagian belakangnya, tengah diangkut kendaraan derek. Garuda adalah salah satu nama model yang didaftarkan Esemka untuk produksi massal.
Anehnya, bentuk mobil tersebut tidak jauh berbeda dari mobil buatan China, Guangdong Foday Automobile Landfort, yang telah diluncurkan pada 2015. Kemiripan bahkan menjalar ke banyak bagian, mulai belakang, bagian sisi, hingga sektor kaki-kaki. Identik.
![]()
Tak hanya Garuda, model Esemka lainnya, Digdaya, juga dikait-kaitkan dengan produk racikan Guangdong Foday Automobile lainnya.
Saat dikonfirmasi ke Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, ia mengaku bahwa instansinya mendukung pengembangan Esemka dengan cara mempermudah penyediaan komponen.
Komponen itu, kata Ngakan, bisa saja dibuat di dalam negeri atau dihadirkan dalam bentuk impor. Yang penting, proyek mobnas bisa segera terwujud.
“Memang ada berasal dari sana (China). Berasal dari China atau dari tempat lainnya, itu ok saja, sepanjang itu bisa membantu untuk membangun Esemka di awal-awal,” ujarnya saat dihubungi VIVA, Rabu 7 November 2018.