Kontroversi Menjual Nostalgia Orde Baru

Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto.
Sumber :
  • Istimewa.

"Apakah yang mau dihidupkan, gaya otoritarianisme? Atau praktek KKN-nya atau militerisasi atau yang Petrus?"

img_title Dilaporkan ke Polisi karena Ucapan 'Soeharto Bunuh Jutaan Rakyat', Ribka Tjiptaning Beri Respons Menohok

"Rindu apanya? Masyarakat yang mana? Nggak usah jauh-jauh, coba tanya ke korban Trisakti. Belum lagi kalau ditanya para aktivis korban represif," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untung atau Rugi

img_title Singgung Ucapan Gus Dur, Gelar Pahlawan Soeharto Dinilai Sudah Lewati Banyak Pertimbangan

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai bisa saja manuver Titiek itu merupakan jualan dan strategi Partai Berkarya. Dan, menurutnya, itu sah-sah saja.

"Mungkin saja sebagian masyarakat rindu zaman Orba, tapi rindu kehidupan yang stabil secara ekonomi. Namun secara politik masuk kategori masa otoritarianisme. Jika pun ada yang rindu zaman Orba, itu karena sebagian orang membandingkan masa pasca reformasi, kehidupan masyarakat tidak banyak berubah," kata dia saat dihubungi VIVA, Rabu, 21 November 2018.

img_title Begini Cara Golkar Rayakan HUT ke-61 dan Ungkap Syukur Gelar Pahlawan Soeharto

Ujang mengatakan boleh saja mengambil sesuatu yang positif dari Orba, tapi harus juga membuang yang negatifnya.

Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta

"Rindu atau tidaknya masyarakat terhadap Soeharto dan Orba, akan terlihat di hasil Pemilu 2019 nanti. Jika Partai Berkarya mengusung program-program Orba menang, itu menandakan masyarakat rindu.
Tapi jika kalah, atau tidak lolos ke Senayan maka Orba tidak dirindukan oleh masyarakat," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, apakah isu kembali ke zaman Orde Baru Soeharto itu menguntungkan atau justru menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi?

"Kontra produktif, tidak menguntungkan Prabowo-Sandi. Karena kampanye modern itu harus progresif dan ke depan bukan kembali ke belakang," tuturnya. (ren)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Presiden ke-2 RI Soeharto

Usai Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Lanjut Ziarah ke Makam Soeharto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden RI terdahulu pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ziarah dilakukan jelang Hari Bhayangkara ke-80.

img_title
VIVA.co.id
20 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut