WhatsApp Tak Lagi 'Media Sosial Gratis'

Logo aplikasi WhatsApp.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Arivera

Salah satu pendiri WhatsApp yang telah hengkang, Brian Acton, mengatakan bahwa iklan akan mulai beroperasi di aplikasi tersebut pada tahun berikutnya.

img_title Penipuan WhatsApp Makin Beragam, Ini Tanda-tanda Pesan yang Sebaiknya Tidak Anda Percayai

"Iklan bertarget adalah alasan saya tidak suka berada di sana. Facebook menggambarkan serangkaian praktik bisnis, prinsip, etika, dan kebijakan yang belum tentu saya memiliki suara yang sama," kata Brian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aplikasi kirim pesan itu belakangan ini bukan lagi sekadar dimanfaatkan untuk berbagi curhat maupun informasi antar-teman atau kerabat, tapi sudah menjadi medium yang ampuh untuk memasarkan produk dengan pendekatan populer 'mouth-to-mouth advertising' atau iklan mulut ke mulut.

img_title Jadi Korban Tabrak Lari, Pesan Terakhir Aiptu Asep Suhara tentang Anak Bikin Haru

Platform call center

img_title 3 HP Murah untuk Pedagang Online: Andal untuk WhatsApp, QRIS, dan Marketplace

Itu sebabnya, Facebook ngebet ingin mendapat cipratan rezeki dari sistem iklan ala media sosial milik Mark Zuckerberg itu.

Walau nilai satuannya kecil, kalikan saja dengan 1,5 miliar pengguna setiap hari, maka jumlah dolar AS yang bakal diraup akan berbukit-bukit.

Melansir BBC, dengan layanan berbayar itu, WhatsApp akan membantu perusahaan untuk menjadi jembatan komunikasi dengan konsumen. Istilahnya, mereka akan menjadi salah satu platform pendukung call center sebuah perusahaan.

Perusahaan bisa menggunakan WhatsApp untuk berinteraksi dengan konsumen atau pelanggannya, baik untuk mengirimkan informasi atau hanya sekadar fast respons.

Misalnya, perusahaan jasa pengiriman yang bisa memberikan informasi kapan kiriman sampai, atau bisnis penerbangan yang bisa mengirimkan informasi konfirmasi order atau boarding pass melalui WhatsApp.

Semakin sering berkirim pesan, maka biaya yang dikenakan juga semakin mahal bila dibandingkan dengan layanan pesan singkat biasa.

Sama halnya dengan pesan-pesan lain yang dikirimkan lewat WhatsApp, percakapan tentang bisnis atau aktivitas jual beli ini juga akan dienkripsi. 

Ini artinya, WhatsApp tidak akan dapat membacanya. Namun, melaporkan berbagai perusahaan akan diizinkan untuk menyimpan salinan pesan di tempat lain dalam keadaan didekripsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, pengguna atau konsumen bisa melakukan interaksi lebih dulu ke perusahaan melalui WhatsApp. Konsumen bisa meminta bantuan informasi atau meminta prosedur teknis dari perusahaan yang dituju.

"Dasarnya adalah menawarkan support atau respons secara cepat dan real-time kepada konsumen. Kami juga akan berhati-hati, sebisa mungkin tak akan membombardir mereka dengan pesan spam," ujar pihak WhatsApp.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut