Berkah Reuni 212 Bagi Prabowo
- ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Pendapat senada disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno. Dia mengatakan massa alumni 212 cukup berpengaruh untuk Prabowo karena jika dibandingkan angkanya bertambah signifikan ketimbang reuni 2017 lalu.
"Itu artinya, gerakan ini mulai leading dan banyak yang bergabung. Apapun isu dan motifnya, reuni kemarin menunjukkan satu soliditas gerakan yang massif dan militan," kata dia saat dihubungi VIVA, Senin, 3 Desember 2018.
![]()
Adi menegaskan suara mereka jelas ke Prabowo karena sejak awal chemestry alumni 212 itu ingin ganti pemerintah. Karena itu, Prabowo menjadi tamu kehormatan sekalipun bukan alumni 212. "Itu kan jelas pesan politknya apa," katanya.
Apakah Jokowi tidak mendapat limpahan apa-apa dari massa itu? Adi menjelaskan bahwa secara sederhana alumni 212 kemarin itu seleranya adalah ingin ganti presiden 2019. Dengan demikian, Jokowi memang tidak akan mendapat efek positif dari mereka.
"Itu saja tujuan utama mereka itu yang dibungkus dengan gerakan reuni," ujarnya.
Kubu Jokowi
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, mengakui massa yang hadir saat reuni 212 kemarin memang sudah lama terlihat mendukung Prabowo. Jumlah mereka tentu sudah masuk dalam hitungan elektabilitas mantan Panglima Kostrad tersebut.
"Toh pada umumnya yang berpartisipasi di reuni 212 itu kan yang tidak memilih Pak Jokowi, yang sudah dihitung dalam elektabilitas Pak Prabowo," ujar Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 3 Desember 2018.
![]()
Tapi, Arsul tidak yakin reuni akbar 212 itu akan menggerus elektabilitas pasangan yang mereka usung di Pemilihan Presiden 2019. Menurutnya, elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden tak ditentukan dalam aksi itu saja.
"Enggak (menggerus) juga. Kalau soal elektabilitas itu sesuatu yang sifatnya dinamis. Pak Jokowi bisa naik, bisa turun. Pak Prabowo juga bisa naik, bisa turun. Jadi enggak ada cerita menggerus elektabilitas," kata Arsul.
Apa yang disampaikan Arsul itu klop dengan pernyataan Anggota Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean. Dia menyebut alumni 212 yang hadir memang kebanyakan pendukung Prabowo.
Tapi, mengenai apakah dukungan massa 212 terhadap Prabowo kemudian secara otomatis berujung kemenangan untuknya, Adi Prayitno juga tidak sependapat. Dia mengingatkan bahwa politik tidak sesederhana itu karena jumlah pemilih di Indonesia cukup banyak yaitu sekitar 191 juta.