Berkah Reuni 212 Bagi Prabowo
- ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
"Kemarin yang hadir ke Monas di kisaran 5 jutaan. Tapi reuni kemarin cukup untuk memanaskan politik," katanya.
Begitu juga dengan Ujang Komarudin. Dia menilai reuni 212 belum tentu menggerus suara calon petahana Joko Widodo. Hal itu tergantung dari tindak lanjut soliditas kalangan 212.
"Tindak lanjutnya bisa saja melakukan gerakan subuh berjemaah di setiap daerah untuk tetap menjaga silaturahmi di antara mereka. Atau juga melakukan aksi-aksi damai lainnya di daerah-daerah," kata dia.
Adi melanjutkan mereka solid sebanyak itu karena momentum pilpres, ingin ganti presiden, dan memperjuangkan ulama. Menurutnya, itulah narasi besar demo kemarin.
![]()
Selain itu, politik identitas juga tetap penting pada Pilpres 2019 karena basis pemilih nasional mayoritas Islam. Meski begitu, dia berpendapat politik identitas bukan penentu kemenangan pilpres, karena umat Islam juga terpecah dukungannya.
Sementara itu, tanggapan bernada negatif terus muncul dari kubu Jokowi. Mereka menilai kegiatan reuni 212 itu merupakan kampanye terselubung bagi Prabowo-Sandi. Mereka menyarankan agar Persaudaraan Alumni 212 menjadi partai politik saja. (umi)