Warisan Kekal NH Dini
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Menurut Lukni, semua tentang Dini sangat tergambar dalam novel terakhirnya. Dalam novel autobiografi itu, Lukni menilai Dini sebagai seniman perempuan yang memiliki kepekaan tajam dalam menguraikan apa yang terjadi di sekitar lingkungannya.
"Untaian wawasan estetika dalam karyanya mengatakan bahwa penciptaan karya bukan semata-mata bersifat simbolis, akan tetapi suatu cara berhubungan dengan alam seisinya hingga puncak transendental yakni berhubungan dengan sang Illahi," tutur pria yang rutin menulis sajak itu.
Berpulangnya Dini, menurut seniman NU itu menjadi duka mendalam, khususnya bagi dunia kesusastraan nasional. Ia berharap semangat pantang menyerah Dini dalam menjalani kehidupan bisa menjadi teladan bagi generasi muda.
"Dunia pun mengakuinya ketokohannya sebagai sastrawan wanita yang memiliki kemampuan bercerita yang detail dan tangguh," tutur dia.
Pribadi Santun yang Tangguh
NH Dini, yang lahir pada 29 Februari 1939, itu telah menutup usia. Ia tinggalkan dunia dengan karya tertulis yang abadi. Kepergian NH Dini membawa duka mendalam bagi penghuni Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
Sosok Dini dikenal sebagai pribadi yang santun, tapi tangguh. Teman-teman Dini di wisma tersebut juga mengenang Dini sebagai teman yang murah hati. Setiap kali bepergian ke luar negeri, maka Dini akan kembali dengan oleh-oleh untuk penghuni panti.
Salah seorang penghuni panti yang juga sahabat Dini, Anna mengingat Dini sebagai seseorang yang tak ingin merepotkan orang lain. Dini adalah seorang yang mandiri. Bahkan di usia 82 tahun, Dini memilih hidup jauh dari keluarga dan menghabiskan sisa hidupnya di panti lansia bersama dengan kaum wreda.
Bagi Anna, Dini adalah sosok yang unik. Salah satu keunikan Dini adalah selalu merayakan ulang tahunnya setiap empat tahun. Dini memang lahir pada 29 Februari, tahun kabisat. Ia lahir di kampung Sekayu, Semarang. Sebuah kampung yang juga menjadi salah satu judul novelnya.
Ketua Dewan Kesenian Semarang, Hendri TM mengenang Dini sebagai seniman legendaris. "Ia adalah perempuan yang terus memberi warna dalam dunia kesusasteraan," ujarnya. Bagi Hendri, Dini adalah inspirator bagi sastrawan untuk terus berkarya.