Gaduh Bocornya Data Pribadi Pengguna Google

Kantor pusat Google.
Sumber :
  • TripSavvy

VIVA – Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, kembali dibuat pusing soal keamanan siber. Untuk kesekian kalinya, jejaring sosial milik mereka, Google Plus, kecolongan akibat celah keamanan atau bug.

img_title Apple dan Google Tunduk sama Donald Trump, Ganti nama Danau Ontario jadi Amerika

Celah ini mengekspos data pengguna dan itu bisa diambil oleh pengembang aplikasi yang menggunakan API (application program interface) Google Plus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

API itu memungkinkan aplikasi meminta izin untuk melihat informasi profil pengguna, seperti nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, ulang tahun, status hubungan, dan usia.

img_title Google Tidak Berkutik di Rusia

Padahal, kasus serupa baru dialami Google pada Oktober kemarin, di mana sebanyak 500 ribu data pribadi pengguna terpublikasi. Kali ini, jumlah data pribadi pengguna yang terekspos melonjak menjadi 52,5 juta.

Akibat bug ini, maka semua informasi privat jadi terekspos meski pengguna telah mengaturnya tidak untuk publik. Parahnya lagi, aplikasi dengan akses tersebut juga bisa melihat data profil pengguna Google Plus yang dibagi ke pengguna lain, juga secara privat.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Karena itu, Google memutuskan untuk menutup jejaring sosial yang diluncurkan pada 28 Juni 2011 tersebut empat bulan lebih awal menjadi April dari rencana sebelumnya pada Agustus 2019.

Google mengaku bug baru ini ditemukan pada awal November 2018. Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, tepatnya 7 hingga 13 November, mereka mengklaim telah memperbaiki dan menutup celah tersebut.

Ilustrasi hacker.

Ilustrasi aktivitas hacker.

Selain itu, akses kepada application programming interface atau API akan ditutup pada 90 hari ke depan. Dua kali bobol membuat pengguna mempertanyakan penanganan keamanan siber Google.

Namun, mereka membantah bila pengembang aplikasi sengaja memiliki akses kepada bug, dan menegaskan telah mulai memberitahu pengguna yang terkena dampak dari bug ini.

"Kami mengerti kemampuan kami membuat produk untuk melindungi data Anda mendorong kepercayaan pengguna. Kami selalu menganggap ini serius dan terus menginventasi program keamanan kami," demikian keterangan resmi Google, dikutip dari The Verge, Selasa, 11 Desember 2018.

Dipicu Bug

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus bug kerap terjadi pada banyak aplikasi. Namun, saat ini menjadi bahan perbincangan pengguna karena dua perusahaan besar yang terkena imbas gara-gara celah keamanan itu. Selain Google, Facebook juga mengalami hal serupa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut