Serangan Massa, Polsek Ciracas 'Terluka'

Markas Polsek Ciracas ditutup triplek
Sumber :
  • VIVA / Ridho Permana

VIVA – Juliah tersentak. Puluhan orang bersepeda motor tiba-tiba berkeliaran di sekitar kantor Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, 11 Desember 2018, sekitar pukul 20.30 WIB.

img_title Danrem Ungkap Pemicu Anggota TNI Diserang Suku Anak Dalam di Jambi, Berawal Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Beberapa saat di sana, mereka lantas pergi meninggalkan lokasi. Perempuan 45 tahun itu pun bernapas lega.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak berselang lama, massa dalam jumlah lebih banyak datang lagi. Juliah mengaku sangat takut. Pedagang makanan dan minuman itu bergegas hendak menutup lapaknya. Namun, seorang polisi memintanya tetap buka.

img_title Bandar Narkoba Pembunuh 3 Anggota Polri Akhirnya Ditangkap, 3 Orang Lainnya Jadi Tersangka

Sejurus kemudian, kericuhan terjadi. Massa merusak lalu membakar markas polisi di Jalan Raya Bogor kilometer 21, Ciracas, Jakarta Timur itu, Rabu, 12 Desember 2018 dinihari. 

Melihat itu, Juliah pun segera menutup warungnya. Seraya membawa radio dan televisi, dia langsung pergi. Dia lantas bersembunyi di dekat kantor pemadam kebakaran di sekitar kantor polisi.

img_title Anggota DPR Muslim AS Diserang-Disemprot Cairan di Minneapolis, Pelaku Dibekuk

"Ya Allah, saya takut karena ramai banget," ujar Juliah saat ditemui di lokasi, Rabu, 12 Desember 2018.

Situasi Mapolsek Ciracas pascakerusuhan oleh massa.

Saat itu, sekitar 200 orang diperkirakan datang ke Polsek Ciracas. Kedatangan mereka untuk mencari tersangka dalam peristiwa penganiayaan. Namun, massa diduga tak puas dengan penanganan kasus itu lantaran pelaku pengeroyokan belum ditahan.

"Memang belum ditahan karena masih dalam pengejaran. Rasa tak puas lalu anarki,” ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis, di lokasi kejadian. 

Aksi perusakan itu diduga terkait dengan pengeroyokan yang menimpa dua anggota TNI di kawasan pertokoan Arundina, Jakarta Timur, Senin, 10 Desember 2018. "Kemungkinan analisisnya ke sana," kata Idham yang datang ke tempat kejadian bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto. 

Awalnya, dari sejumlah temuan di lapangan diketahui antara lain, Kapolsek Ciracas Komisaris Polisi  Agus Widartono, Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Yoyon Toni Surya Saputra, dan perwakilan massa sempat mengadakan pertemuan. Perwakilan massa meminta polisi segera menangkap pelaku dalam waktu maksimal dua hari.

Usai pertemuan, kapolres menyampaikan kepada massa akan berusaha menangkap pelaku dalam dua hari. Namun, beberapa orang menanggapinya secara provokatif dan membuat situasi memanas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mapolsek Ciracas dijaga ketat oleh Provost dan aparat kepolisian.

Massa lantas meninggalkan Mapolsek Ciracas. Mereka lalu kembali lagi, Rabu, 12 Desember 2018, sekitar pukul 00.25 WIB. Massa mulai bertindak anarki, merusak dan membakar fasilitas Mapolsek dan kendaraan di sekitarnya. (Baca: Kronologi dan Fakta-fakta Pembakaran Polsek Ciracas).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut