Tersambung Setelah Mangkrak 20 Tahun

Mobil melintas di ruas jalan Tol Solo-Ngawi kawasan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

"Ini melengkapi sejumlah ruas ruas jalan tol yang telah dioperasikan masa kurun waktu 1978-2004 sepanjang 242 km dan kurun waktu 2005-2014 yang sepanjang 75 km," katanya.

img_title Koneksikan 2 Provinsi di Selatan Jawa, PUPR Bangun Tol Getaci

Basuki mengungkapkan selama periode membangun jalan tol baru tersebut sejumlah hambatan turut menghampiri. Bahkan, pihaknya juga harus sempat berurusan dengan hukum lantaran mengambil alih langsung sejumlah proyek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengambil alihan sejumlah ruas tol Trans Jawa tersebut, lantaran mangkrak sejak 1996 dari sejumlah perusahaan asing yang sebelumnya sudah mendapat konsesi untuk membangun tol tersebut.  

img_title Keren Banget, Ini Bocoran Design Revitalisasi Danau Archipelago TMII

Lambatnya proses pembangunan sejak 1996, menurut Basuki disebabkan oleh masalah pengadaan tanah. Sehingga, butuh keputusan khusus untuk bisa segera melaksanakan pembangunan.

"Paling sulit itu adalah pengadaan tanah, dan untuk ruas dari Brebes hingga Semarang ini, tanah di Kendal paling susah sehingga butuh pengambilan keputusan khusus," kata Basuki beberapa waktu lalu.

img_title 40 Tahun Tak Direvitalisasi, Menteri Basuki Sulap TMII Jadi Begini

Adapun untuk contoh pengambilan keputusan yang dilakukannya, Basuki mengatakan adalah pengambilalihan ruas jalan tol di Solo-Ngawi dari kontraktor Australia dan ruas Pejagan-Pemalang dari pihak Malaysia.

Menurut dia, pengambilalihan itu dilakukan karena setelah tender, kontraktor tak kunjung ada progres pembangunan, terlebih untuk Solo-Ngawi proses itu sudah dilakukan sejak 1996 dan akhirnya diambil alih pada 2016.

Sementara itu, untuk proyek Pejagan-Pemalang, sudah ditenderkan sejak 2006. Namun hingga 2016 sejak diambil alih, belum ada progres pembangunan, bahkan belum dilakukan pembebasan lahan.

"Kenapa saya ambil, karena di proyek itu ada VGF atau dana pemerintah dan saya adalah pejabat pengambil keputusan itu. Saya ingin proyek ini jalan dan sejumlah kebijakan selanjutnya dikeluarkan seperti revisi undang-undang tanah," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di dalam bus saat perjalanan meninjau ruas Tol Trans Jawa di Jawa Tengah, Kamis, 20 Desember 2018.

Adapun, sejumlah ruas tol Trans Jawa yang baru diresmikan adalah:

1. Pemalang-Batang sepanjang 39 Km. 
2. Batang-Semarang sepanjang 75 Km. 
3. Salatiga-Kartasura sepanjang 33 Km.
4. Wilangan-Kertosono sepanjang 39 Km.
5. Kertosono-Bandar sepanjang 1 Km
6. Relokasi Porong-Gempol sepanjang 6 Km
7. Pasuruan-Grati sepanjang 14 Km.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, untuk ruas tol Trans Jawa yang sudah beroperasi adalah

1. Merak-Tangerang sepanjang 72,45 Km
2. Tangerang-Jakarta sepanjang 33 Km 
3. Cawang-Tomang-Pluit sepanjang 23,55 Km
4. Jakarta-Cikampek sepanjang 72 Km
5. Cikopo-Palimanan sepanjang 116,75 Km
6. Palimanan-Kanci sepanjang 26 Km
7. Kanci-Pejagan sepanjang 35 Km
8. Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 Km
9. Semarang Seksi ABC sepanjang 24 Km
10. Solo-Ngawi sepanjang 90,43 Km
11. Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 Km
12. Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,27 Km
13. Surabaya-Gempol sepanjang 40,16 Km
14. Gempol-Pasuruan sepanjang 34,15 Km

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut