Tersambung Setelah Mangkrak 20 Tahun
- ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Selanjutnya..... Bantu UMKM
Bantu UMKM
Sedangkan, Direktur Jenderal Bina Marga, sugiyartanto mengungkapkan dengan tersambungnya jalan tol Trans Jawa ke depan secara otomatis jalur ekonomi Jawa akan ikut berpindah ke jalan tol tersebut.
Namun, perpindahan tersebut bukan berarti mematikan jalur non tol atau arteri. Sebab, hal itu pasti akan terdistribusi dengan sendirinya, dan ini bisa menjadi pilihan berkendara saat ini.
"Dengan jalan tol yang tersambung ini kita bicaranya adalah waktu tempuh akan lebih cepat, karena kecepatannya sudah jelas dan jalurnya lebih nyaman dan lebih baik," katanya, Kamis 20 Desember 2018.
Untuk itu, agar kondisi ekonomi masyarakat di luar tol tetap terjaga, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah tempat bagi UMKM yang ingin menjajakan barangnya di sejumlah rest area.
"Nantinya akan ada rest area dengan sejumlah tipe. Dari situ distrubusikan untuk UMKM 70 persen sisanya pelaku usaha seperti biasa. Diutamakan juga lokal bisa memasarkan produk-produknya," tegasnya.
Kemudian, tak hanya bisa memberi kemudahan bagi UMKM, tersambungnya tol Trans Jawa juga diharapkan mampu mendorong peningkatan sektor pariwisata di Jawa Tengah khususnya Semarang dan Solo.
Menurut Jokowi, dengan jalan tol yang tersambung di daerah tersebut, kota Semarang dan Solo menjadi lebih dekat. Karena jarak tempuh dari Semarang ke Solo menjadi lebih singkat yaitu satu jam.
Dengan demikian, ada peluang wisatawan mancanegara yang turun di Semarang atau Solo bisa dengan mudah berkunjung untuk melakukan kegiatan pariwisata yang tentunya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Mantan Wali Kota Solo ini berpesan supaya pemerintah-pemerintah daerah di Jawa Tengah merespons keberadaan segmen Sragen-Ngawi, serta segmen-segmen tol lainnya. Dengan membangun, juga memperbaiki jalan-jalan penghubung.
"Ini yang harus mulai dibenahi. Jalan-jalan yang masuk ke kabupaten, ke kawasan-kawasan wisata. Tugasnya (pemerintah) daerah itu," ujar Jokowi. (hd)