Ribut Tantangan Baca Alquran

Topeng bergambar Bakal Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Medan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Suara berbeda disampaikan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Juru Bicara TKN, Inas Nasrullah Zubir mengatakan usulan baca Alquran terkesan membuat pihak Prabowo tiba-tiba panik serta mulas. Bagi dia, berbagai argumen yang dilontarkan lawan malah menjadi tanda tanya.

img_title Imbauan Lengkap Prabowo ke Warga soal Erupsi Gunung Anak Krakatau

Menurutnya, bila memang tak ada masalah, mestinya Prabowo-Sandi bisa memenuhi undangan tes baca Alquran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kubu Prabowo tiba-tiba panik dan mulas begitu mendengar wacana yang digulirkan Ikatan Dai Aceh. Kenapa kubu Prabowo selalu panik ketika setiap acara ritual Islam dimunculkan dalam pilpres," jelas Inas kepada VIVA, Senin, 31 Desember 2018.

img_title Erupsi Gunung Anak Krakatau, Prabowo Minta Masyarakat Tetap Tenang

Selanjutnya, Drama Elite Politik

Calon Presiden Joko Widodo (kanan) dan Prabowo Subianto (kiri) menunjukkan nomor urut Pemilu Presiden 2019 di Jakarta

img_title Prabowo Larang Masyarakat Dekati Kawasan Gunung Anak Krakatau

Munculnya wacana tes baca Alquran menjadi perhatian publik. Namun, isu ini dianggap tak penting karena tak menyentuh dengan kesulitan hidup masyarakat. Hal ini disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Merujuk penelitiannya bersama Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) masyarakat saat ini lebih memperhatikan isu ekonomi. Kata dia, contoh isu ini seperti harga kebutuhan sembako, ketersediaan lapangan pekerjaan, sampai masalah kepastian hukum.

"Itu saja yang dilihat masyarakat. Enggak sampai lah itu baca Alquran buat capres. Yang penting bagaimana itu masyarakat kenyang, bisa kerja. Program itu yang dicari," kata Hendri kepada VIVA, Senin, 31 Desember 2018.

Dia menyayangkan dua kubu terjebak dengan isu terkait agama. Padahal, menurutnya, persoalan agama seperti baca Alquran adalah masalah individu. "Politik nasional sekarang enggak perlu direcoki dengan hal-hal seperti ini. Kan ini kayak drama elite politik saja," jelas Hendri.

Baca: Usulan Tes Baca Alquran, Tim Prabowo: Bukan Capres Negara Syariah

Hal senada dikatakan pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno. Ia menilai munculnya usulan perlunya tes baca Alquran menandai keanehan dalam pilpres kali ini. Kehebohan ditambah dengan adu argumen dari dua kubu yang tak mau kalah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Elite politik belakangan mulai aneh. Ribut hal yang tak ada kaitannya dengan kapasitas manajerial pemerintahan seperti tantangan ngaji," ujar Adi kepada VIVA, Senin, 31 Desember 2018.

Adi heran dengan manuver timses dari dua kubu. Saling adu argumen yang tak berkualitas menurutnya membuat kualitas Pilpres 2019 menurun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut