Ribut Tantangan Baca Alquran
- ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
![]()
Baca: Tim Jokowi Tegaskan Tak Hanya Siap Debat tapi Juga Tes Baca Alquran
Bagi dia, adu program di Pilpres 2019 berbeda dengan Pilpres 2014 dan Pilpres 2009. Seharusnya, dua timses tak terjebak dengan isu stagnan yang tidak berkaitan dengan program pemerintahan. Apalagi, kata dia, tantangan ngaji ini juga tak ada dalam syarat resmi KPU.
"Ironis, aneh. Mestinya tantangan ngaji tak usah diributin. Abaikan saja toh bukan syarat resmi KPU.
Menurun kualitasnya kali ini pilpres," tutur Adi.
Selanjutnya, Narasi Politik Positif
![]()
Kritikan disampaikan pula oleh Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini. Ia mengingatkan dua kubu mesti membangun narasi politik yang positif di ruang publik.
Titi menekankan semua pihak mesti fokus terhadap gagasan dan program dalam pilpres. Ia menilai meski dua pasangan capres dan cawapres sukarela ikut tes baca Alquran juga tak mengakhiri polemik antar-pendukung.
"Diskursus ini malah makin membelah antar-pendukung dan menjauhkan dari substansi yang kita kehendaki yaitu elaborasi visi, misi, dan program paslon. Narasi politik yang bagus harus dibangun," jelas Titi kepada VIVA, Senin, 31 Desember 2018.
Baca: PAN Anggap Ada yang Lebih Penting daripada Capres Dites Baca Alquran
Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons usulan mengaji untuk capres dan cawapres. Komisioner KPU, Ilham Saputra menegaskan dalam UU, tak ada aturan syarat baca Alquran.
"Peraturan perundangan tidak mengatur soal itu. Dan, tidak menjadi syarat pencalonan," tutur Ilham, Senin, 31 Desember 2018.
Namun, ia mempersilakan bila ada capres atau cawapres yang hadir memenuhi undangan Ikatan Dai Aceh. Tapi, ia mengingatkan hal ini pun tak punya pengaruh dalam syarat pencalonan. "Silakan saja mau hadir. Tapi, sekali lagi tidak mempengaruhi syarat pencalonan," jelas Ilham.
Baca: Ma'ruf Siap Ajak Jokowi jika Diundang Tes Baca Alquran
Kontestan pun ikut bersuara. Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan mengikuti apapun keputusan KPU. Ia mengaku tak ada masalah soal ngaji Alquran. "Apapun keputusan KPU, kita ikuti saja dan tidak menjadi masalah buat saya," tutur Sandi di Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.