Motor Masuk Tol, Dilema Hak dan Empati
- ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
Soal bayar pajak juga diungkapkan oleh Direktur Harley-Davidson Owner Group Anak Elang Jakarta, Suherli. Ia mengatakan, dengan besarnya pajak yang dibayar untuk motor gede, wajar jika mereka berhak menggunakan jalan tol.
”Kendaraan kami cc besar, pajaknya kami bayar hampir 180 persen. Pajak kendaraan bermotor tiap tahun termasuk besar. Kami minta tolong izinkan motor besar masuk tol. Kalo enggak bisa, kami usulkan cuma akhir pekan saja,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Bukan Perkara Mudah
Pernyataan Bamsoet itu bertolak belakang dengan apa yang ia utarakan pada Juli tahun lalu. Kala itu, ia baru saja diangkat menjadi Ketua Dewan Pembina Motor Besar Indonesia dan menyatakan, bahwa tidak ada urgensi sepeda motor diperbolehkan masuk jalan tol.
"Oh itu lupakan saja. Enggak bisa dong (moge lewat) jalan tol. Itu kan untuk kendaraan roda empat," kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, Selasa 24 Juli 2018.
Menurut dia, larangan tersebut menyangkut sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Bamsoet menjelaskan, undang-undang tak perlu diubah untuk mengakomodir kepentingan pengguna moge.
![]()
Ia menambahkan, kondisi lalu lintas di Indonesia tak bisa disamakan dengan di luar negeri. Hal ini menyusul, permintaan moge masuk tol bercermin dengan aturan di beberapa negara.
"Di sini kan sangat berbeda. Ini sudah betul bahwa undang-undang kita, tol itu diperuntukkan bagi kendaraan roda empat atau lebih. Enggak perlu direvisi," kata dia.
Faktor keselamatan juga menjadi sorotan Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Menurut dia banyak faktor yang harus dibenahi sebelum motor dibebaskan masuk jalan tol. Sebab fungsi tol di Indonesia awalnya bukan untuk kepentingan pribadi.
“Tujuan awal jalan tol untuk pengembangan kecepatan tinggi dan bebas hambatan, sistem distribusi logistik untuk perekonomian. Bukan perpindahan atau mobilitas individu,” ujar Yannes kepada VIVA.
![]()
Jika usulan Bamsoet mengarah seperti di Bali, maka, kata Yannes perlu investasi besar. Karena, akan dibutuhkan dana besar untuk merombak tol yang ada di Indonesia.
“Apakah mau tetap memisahkan roda dua atas dasar pertimbangan keamanan, tapi perlu investasi besar. Atau mau membukanya untuk semua pengguna kendaraan atas pertimbangan sosial,” ujarnya menjelaskan.