Motor Masuk Tol, Dilema Hak dan Empati

Tol Bali
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

Sementara itu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan. Namun, jalur yang digunakan motor dan kendaraan beroda empat atau lebih harus dipisahkan.

img_title 2 Tahun Prabowo-Gibran, Wantimpres Soroti Peran Negara dalam Menyejahterakan Rakyat

“Seandainya dibuat jaur terpisah, seperti Bali atau Surabaya-Madura, enggak ada masalah. Dari kacamata keamanan, ada pemisah atau barrier. Artinya, motor tidak akan berinteraksi langsung dengan roda empat,” ujarnya saat dihubungi VIVA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi tol Bali Mandara.

img_title Ngabers NMAX Lawan Arah di Jalan Tol, Bikin Emosi

Jusri juga membahas mengenai empati dan tertib lalu lintas, yang dianggap belum sepenuhnya dimiliki pengguna kendaraan di Indonesia. Alhasil, jika lajur dua kendaraan yang berbeda ukuran dan bentuk itu tidak dipisahkan, maka berpotensi menimbulkan bahaya.

“Pengguna mobil yang harusnya di jalur lambat, ada di jalur cepat. Bahu jalan tol dibuat menyalip, apa enggak habis itu pengendara motor. Itu alasan saya, belum waktunya motor masuk tol di satu jalur seperti luar negeri.” (mus)

img_title Sempat Loyo, Permintaan Sepeda Motor Cetak Rekor Baru
Deretan Motor TVS di IMOS 2025

Penjualan Motor Tembus 5 Juta Unit, Akankah 2026 Jadi Tahun Kebangkitan Pasar Roda Dua?

Penjualan motor Indonesia mencapai 5,16 juta unit hingga September 2026. AISI optimistis pasar roda dua tumbuh dan menargetkan penjualan 6,7 juta unit tahun ini.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut