Menakar Positif dan Negatif Tren Gymnastic Anak
- Viva.co.id/Anisa W
Sedangkan senam ritmik para pesenamnya kerap menampilkan gerakan-gerakan indah dengan diiringi musik di atas matras dengan alat tambahan berupa tali, hoop, bola, tongkat dan pita.
Head Coach Fast Gym (Club Gymnastic Anak), Sepri Haryadi, kepada VIVA beberapa waktu lalu, menuturkan bahwa gerakan-gerakan gymnastic juga berpotensi mengembangkan keterampilan gerak dasar, sebagai landasan penting bagi penguasaan keterampilan teknik suatu cabang olah raga.
"Dengan aktivitas ini, anak-anak juga lebih disiplin, atraktif, dan percaya diri saat tampil maupun bersosialisasi," kata Sepri.
Tak hanya itu, Sapri juga mengatakan ada beberapa keuntungan jika anak-anak bisa mengikuti senam gymnastic sejak dini. "Kelebihan lain, anak akan memiliki kesadaran akan tubuhnya, termasuk bagaimana mengontrol dan mengoordinasi setiap anggota tubuhnya," ujarnya.
Bukan hanya fisik semata, gymnastic juga baik bagi mental anak. Hanya saja membutuhkan komitmen dan konsentrasi penuh.
![]()
"Pengalaman positif selama latihan akan membangun kepercayaan diri anak. Anak juga akan belajar memahami aturan dalam gymnastic untuk keamanannya dan orang-orang di sekitarnya," ujar Sepri.
Â
Sepri menilai bahwa aktivitas gymnastic juga mampu melatih kemampuan sosial anak. Berlatih secara teratur di kelas gymnastic memberi kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, sekaligus bekerja sama dalam tim.Â
The Gymnastic Academy of Boston percaya bahwa senam akan membuat anak belajar kemampuan sosial, seperti mendengarkan orang lain, mengikuti arahan, bergantian giliran, bersikap tenang, dan menghargai orang lain. Anak-anak juga bisa bersenang-senang, bertemu dengan teman-teman baru, serta belajar menjadi lebih mandiri.
Menimbang kondisi tubuh yang belum tumbuh sempurna, maka berapa sih usia yang ideal untuk anak mengikuti olahraga gymnastic? Dilansir laman KidsKiddle, anak-anak di bawah usai 6 tahun belum siap dengan olahraga yang memiliki banyak aturan, seperti futsal atau basket.Â
Namun sejak usia 2 tahun, anak-anak disarankan melakukan gerakan untuk melatih motorik kasar, seperti berlari, berjalan, melompat, atau berguling. Maka, kegiatan yang disarankan untuk anak usia 2 – 5 tahun adalah gymnastic. Apalagi sekarang ini sudah banyak kelas gymnastic untuk balita.