Pertemuan Sia-sia Trump dan Kim
Tak hanya televisi Korea Utara, pidato Kim Jong Un di awal tahun 2019 ini juga disiarkan di Korea Selatan untuk pertama kalinya.
Entah karena pidato Kim yang mengancam, atau karena kemampuan Presiden Korea Selatan memediasi, AS akhirnya merespons rencana pertemuan dengan Kim Jong-un. Presiden China Xi Jinping juga membantu mewujudkan pertemuan itu.
Setelah pertemuan dengan Kim Jong-un, Xi berjanji akan memfasilitasi jika Korea Utara ingin melakukan program denuklirisasi.
Pertemuan kembali dijadwalkan. Kali ini Hanoi, Vietnam, dipilih sebagai tempat yang dianggap netral untuk melakukan pertemuan. Tanggal 27 dan 28 Februari 2019 disepakati sebagai tanggalnya.
Jalan Buntu Denuklirisasi?
Sejak pemberitaan semakin gencar, sejumlah pakar sudah mulai meragukan pertemuan itu akan memberi hasil yang signifikan. Fox News menyampaikan kegelisahan pakar.
“Banyak ahli yang merasa skeptis Kim bakal mau menghentikan pengembangan senjata nuklir, namun ada kegembiraan layaknya karnaval di ibu kota Hanoi seiring persiapan final pertemuan puncak ini dilakukan,” tulis Fox News pada Selasa, 26 Februari 2019.
Kekhawatiran itu terjawab di hari kedua pertemuan, ketika jadwal yang sudah diumumkan ternyata berakhir jauh lebih cepat. "Tidak ada kesepakatan yang dicapai saat ini, tetapi delegasi kami akan mencoba bertemu lagi di masa mendatang," kata Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders.
"Kedua pemimpin merundingkan berbagai cara untuk mencapai kemajuan proses denuklirisasi dan konsep yang berlandaskan ekonomi," dia menambahkan.
Berakhirnya pertemuan di hari kedua tanpa kata sepakat membuat kecewa Presiden Korea Selatan. "Kami merasa kecewa Presiden Trump dan Ketua Kim Jong-un tidak bisa mencapai kesempatan pada KTT hari ini," demikian pernyataan juru bicara kantor presiden Korsel Cheong Wa Dae, seperti dikutip dari Korea Times, Kamis, 28 Februari 2019.
Tak ada hasil signifikan dari pertemuan kedua pemimpin adidaya itu. Perjalanan Kim Jong-un yang menempuh jalur sejauh sekitar 4.000 kilometer dengan lama perjalanan selama 2,5 hari atau 60 jam dari Pyongyang dengan menggunakan kereta api seperti sia-sia.
Kegagalan ini juga seperti membenarkan keraguan Donald Trump, yang sebelum berangkat ke Vietnam menulis di Twitternya. “Saya akan berangkat ke Hanoi, Vietnam, pada pagi hari besok untuk pertemuan puncak dengan Kim Jong-un dari Korea Utara, kami berdua akan melanjutkan kemajuan yang dibuat pertama kali di pertemuan puncak Singapura. Denuklirisasi?,” kata Trump melalui cuitannya di Twitter.