Dilema Kesehatan Gigi dan Mulut

Ilustrasi periksa ke dokter gigi
Sumber :
  • Pixabay/pexels

"Ada hidden impact yang tidak disadari oleh orangtua, anak, dokter gigi, juga para pemangku kepentingan, bahwa ada impact yang lebih dari kesehatan gigi dan mulut juga tubuh secara general," ujar Mirah.

img_title COVID-19 Bikin Orang Abaikan Kondisi Kesehatan Gigi dan Mulut

Mirah menjelaskan bahwa selain rasa sakit ada hal dampak lain yang tak kalah serius, yaitu mental anak hingga yang terburuk kematian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apa dampaknya? Pertama yang utama pasti rasa sakit, hilangnya self esteem (rasa percaya diri) terkait mental anak tentunya misalnya anak mengalami kendala di sekolah, sampai yang terburuk beberapa kasus menyebut ada kaitannya dengan jantung dan stroke," ujarnya.

img_title 20 Maret Hari Gigi Sedunia, 5 Tips untuk Kesehatan Mulut dan Gigi

Terkait hal itu, psikolog anak dan keluarga, Ayoe Sutomo mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, rasa kepercayaan diri yang rendah mencerminkan bagaimana ia menentukan dirinya kelak.

"Korelasi sakit gigi dan self esteem adalah cerminan bagaimana individu melakukan evaluasi terhadap dirinya maupun itu positif negatif yang memunculkan penghargaan diri dan perasaan yakin,” tuturnya.

img_title Ngeri, 526 Gigi Dicabut dari Mulut Bocah 7 Tahun

Awal pembentukan self esteem adalah pada masa anak-anak, dan salah satu faktor pembentuknya adalah kondisi fisik termasuk kesehatan giginya. Banyak filsuf yang juga berpendapat bahwa anak yang nyaman terhadap bentuk fisiknya itu akan memengaruhi self esteem-nya. 

"Jika kesehatan gigi anak-anak baik, dan kondisi fisiknya baik, ia akan lebih siap menghadapi tantangan dan tugas-tugas yang diberikan padanya," kata dia.

Proses tersebut kelak akan terbawa hingga ia dewasa. Korelasinya sangat kuat antara kesehatan gigi dan mulut dengan kesuksesan anak di masa depan, terutama sangat baik bagi anak menghadapi tumbuh kembangnya.

"Orang yang self esteem-nya rendah cenderung menjadi individu yang pesimis, sehingga mereka tidak berani menghadapi berbagai macam tantangan," dia melanjutkan.

Padahal, ujarnya, sikap optimistis itu sangat penting untuk berani menghadapi tantangan. Itu sangat dibutuhkan untuk maju, untuk kemudian mengambil kesempatan-kesempatan yang mungkin datang kepada dia yang kemudian membuktikan bahwa dirinya bisa dan kembali meningkatkan self esteem-nya.

Sakit gigi juga bisa menyebabkan penyakit serius hingga kematian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sakit gigi.

Meski terdengar sepele, sakit gigi sebaiknya jangan diremehkan, akibatnya bisa fatal, dari penyakit serius hingga kematian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut