Demi Indonesia Guyub Kembali
- ANTARA Foto/Wahyu Putro
![]()
Dia mengatakan, seharusnya polarisasi masyarakat yang terbelah akibat perbedaan politik Pilpres selesai. Tidak ada lagi cebong dan kampret. “Semua harus mendukung pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf ini untuk kemajuan bangsa yang adil dan makmur," katanya.
Respons senada disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK, sapaan Jusuf Kalla, menilai kebesaran hati Jokowi dan Prabowo untuk bersatu perlu dihargai. Usai pertemuan itu, kondisi politik bangsa pada sekarang ini sudah jauh lebih baik. "Baik pada Sabtu lalu, bertemunya Pak Presiden dengan Pak Prabowo juga mendamaikan politik kehidupan bangsa ini," kata JK di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019.
Kecewa
Namun, bagi sebagian pendukung Prabowo, pertemuan itu membuat mereka kecewa. Di antara mereka mengungkapkannya lewat media sosial. “Sy mendukung pak Prabowo, namun ada rasa kecewa mendalam bahkan mungkin sangaaaat kecewa ketika melihat bapak bertemu pak Jokowi di MRT, ya sdhlah sdh brg tentu bapak punya alasan sendir, semoga ada makna di balik moment tsb....,” tulis seorang netizen di Instagram Indonesiaadilmakmur yang dikutip VIVA, Senin, 15 Juli 2019.
Tak hanya itu. Pertemuan tersebut juga tak didukung Persaudaraan Alumni 212. Menurut Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin, pihaknya tak pernah mendukung atau memberikan rekomendasi pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi.
Alasannya, PA 212 masih menjaga perasaan umat Islam, terutama Alumni 212 serta simpatisannya. Novel pun mengaku tak tahu alasan Prabowo mau bertemu dengan Jokowi. Sebab, setelah putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi , tak ada komunikasi resmi antara ormas dan para ulama. "Saya tidak tahu juga atas dasar apa Prabowo bisa bertemu dengan Jokowi. Apakah Prabowo lebih mendengar orang-orang yang berkhianat pada kami?" ujarnya.
Novel menegaskan, PA 212 sudah tak bersama lagi dengan mantan calon presiden Prabowo Subianto. Kebersamaan antara mereka berakhir seiring kontestasi Pemilu 2019 usai.
Sejak awal, kata Novel, PA 212 satu komando dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. “Kami sejak awal satu komando dengan ulama yang istiqomah salah satunya imam besar kami HRS, bukan tokoh atau figur partai mana pun," katanya.