Berebut Kursi Kabinet Jokowi

Presiden Terpilih Jokowi dan Wapres Terpilih Ma'ruf Amin di Sentul 14 Juli 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Selain soal jatah menteri, PKB juga mengincar jabatan Ketua MPR. Mereka memproyeksikan posisi itu agar ditempati Muhaimin.

img_title Iring-iringan Jokowi Lewati Dukuh Atas, Warga Teriak: Terima Kasih Pak Jokowi

Golkar Minta Tambah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari situasi yang mengemuka ke publik, diketahui tidak hanya PKB yang getol meminta jatah kursi menteri. Partai lain sesama anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf juga merasa lebih berhak mendapat jatah lebih banyak karena menilai punya suara yang lebih besar daripada PKB misalnya Partai Golkar.

img_title Apa Istimewanya Mobil yang akan Digunakan Presiden Jokowi Pulang ke Solo

Bahkan yang terbaru, mereka minta tambahan jatah menteri. Memang saat ini, partai berlambang pohon beringin itu menduduki kursi Menteri Perindustrian, Menteri Sosial, dan Menko Maritim. Nah, untuk kabinet pemerintahan Jokowi periode kedua lima tahun mendatang, mereka minta agar jumlah itu ditambah.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengakui telah menyiapkan lima kader, untuk diajukan sebagai calon menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Lima nama tersebut adalah dirinya sendiri, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ibnu Mundzir, Zainuddin Amali, dan Dedi Mulyadi.

img_title Tim RIDO Pastikan Prabowo Hanya Dukung Ridwan Kamil-Suswono Untuk Keberlanjutan

"Nama-nama tersebut, tentu punya potensi," kata Airlangga di DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Juli 2019.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto

Namun, Airlangga memastikan, nama-nama itu belum disodorkan kepada Jokowi, karena di internal Partao Golkar pun hal itu masih harus dibahas secara lebih detil. "Pada waktunya, jadi belum kita bicara detil," ujarnya.

Selain Golkar, Nasdem juga senada. Mereka menganggap suara mereka lebih banyak dari PKB di DPR berdasarkan kursi. Karena itu, partai pimpinan Surya Paloh tersebut meminta 11 kursi menteri.

PKB-PPP Saling Serang

Situasi terlihat semakin panas karena adanya saling sindir antara partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Misalnya antara PKB dengan PPP.

Awalnya, Wakil Sekjen PKB, sekaligus anggota Komisi VIII, Maman Imanulhaq, menilai Lukman Hakim Saifudin gagal menjalankan tugasnya sebagai menteri agama. Menurut Maman, Lukman gagal dalam menata reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.

Pernyataan itu segera membuat panas telinga politisi Partai Persatuan Pembangunan, partai yang menjadi tempat Lukman beraktivitas secara politik selama ini. Mereka merespons serangan itu dengan keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

sorot ppp

Wakil Sekjen PPP, Indra Hakim Hasibuan, meminta Maman tidak bicara ngawur hanya karena kebelet ingin jadi Menteri Agama. Dia juga menyinggung sejumlah kementerian yang diduduki kader-kader PKB seperti Kemenpora yang semrawut, kemudian Kemenakertrans yang tak mampu menyelesaikan masalah pengangguran. Termasuk, ada sisa-sisa kasus durian yang belum tuntas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut