Teror Kematian di Balik Tren Lari Maraton

Lomba lari (ilustrasi).
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Beberapa tahun belakangan, olahraga lari menjadi tren di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Mulai jenuhnya masyarakat berolahraga di dalam ruangan dan keinginan untuk berekspresi seluas-luasnya saat berlatih ternyata mampu menggerakkan animo masyarakat untuk berolahraga di luar ruangan.

img_title Benarkah Harus Rajin Nge-Gym Dulu Sebelum Lari Maraton? Begini Faktanya

Lari maraton dinilai memiliki banyak keunggulan. Selain manfaatnya bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, lari maraton relatif murah. Jenis olahraga ini juga mudah dan dapat dilakukan di mana saja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, maraton juga mampu memperluas jaringan pertemanan dengan bermunculannya berbagai komunitas maraton. Ditambah lagi sekarang banyak selebriti juga gencar mempromosikan gerakan lari maraton lewat akun media sosialnya. Sebut saja Dian Sastro Wardoyo, mantan Putri Indonesia 2002 Melanie Putri, Wulan Guritno, Chicco Jerikho, Hesti Purwadinata, hingga aktris senior Lia Waroka.

img_title DigiLand Run 2026 Tak Hanya Soal Lari, Teknologi Sepatu Ringan Juga Jadi Sorotan

Saking populernya, tren ini juga dilirik kalangan pebisnis. Banyak brand dan instansi tertentu menggelar dan mensponsori berbagai event lomba. Belakangan bahkan tren ini mulai berkembang lebih kreatif. Penyelenggara mengadakan bentuk lomba yang baru, misalnya Vertical Run, Color Run, Mountain Run, dan lainnya. Hal itu tentu saja memanjakan masyarakat penggemar lari maraton.

img_title Dua Pelari Meninggal saat Ikuti Trail Run Siksorogo 2025 di Lereng Gunung Lawu

Kania (30) salah satu pelari yang hobi mengikuti ajang lari maraton. Karyawan bank swasta ini mengaku sengaja mengikuti berbagai acara yang digelar.

"Dapet aja tuh, biasanya infonya dari komunitas lari, ya temen-temen kantor juga," ujarnya dihubungi VIVA lewat pesan singkat Jumat, 26 Juli 2019.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa setiap bulan ia selalu berkesempatan ikut lomba lari yang diselenggarakan berbagai acara.

"Satu bulan bisa paling banyak 3 acara, kan biasanya weekend," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada banyak macam olahraga maraton. Dilansir laman marathon hand book, ada 5 jenis maraton yang paling sering digelar, yaitu 5K, 10K, Half Marathon, Full Marathon, dan Ultra Marathon.

Yang membedakan kelima jenis maraton ini adalah jarak tempuhnya. 5K biasanya dilakukan oleh pemula dengan jarak tempuh 5km. Untuk jenis 10K dilakukan dengan jarak tempuh 10km, Half Marathon dengan jarak tempuh 20km, Full Marathon dengan jarak 42km, sedangkan Ultra Marathon untuk jarak 50-200km.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut