Tarif Ojol Naik, Siapa Paling Diuntungkan?
- Anwar Sadat - VIVA.co.id
Tri mengungkapkan, Grab akan menyesuaikan berbagai aspek teknologi dalam hal ini algoritma dan GPS sesuai dengan skema tarif yang baru di 224 kota di seluruh Indonesia tempat Grab beroperasi. Grab menyatakan akan secara rutin melakukan sosialisasi kepada mitra pengemudinya.
 Â
Dilanjutkannya, berdasarkan survei yang dilakukan Grab terhadap mitra pengemudi, kenaikan tarif berpengaruh positif  terhadap pendapatan mitra pengemudi.Â
"Disertai dengan jumlah orderan yang stabil," ucapnya.
 Â
Grab kata dia didirikan dengan semangat memaksimalkan manfaat teknologi bagi masyarakat luas. Kontribusi Grab di Indonesia disebutkan telah memberi kontribusi ekonomi sebesar Rp48,9 triliun dengan peningkatan pendapatan mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike, mitra GrabFood serta agen Kudo individual.
Rela Naik Asalkan Berdampak ke Pengemudi
Â
Respons konsumen tak senada soal kenaikan ini. Pengguna aplikasi ojol Anis (25) mengatakan tidak mengetahui kenaikan tarif ojol berlaku mulai 2 September. Dia menggunakan jasa  ojol Grab dari Stasiun Tanjung Barat ke kantornya di kompleks 18 Office Park Jalan TB Simatupang, Jakarta. Harganya masih tetap Rp10 ribu dan karena itu  tarifnya masih sama.
Maulandy (26) mengatakan sudah merasakan adanya perubahan tarif. Dia juga mengetahui informasi bahwa tarif ojol ditetapkan naik baik untuk tarif batas bawah maupun tarif batas atas. Demi kemaslahatan pengemudi, dia mengaku menerima kebijakan kenaikan tersebut.
Dia merupakan pelanggan setia aplikasi GoJek. Biasanya untuk jarak tempuh 1-5 kilometer tarif yang dikenakan Rp8 ribu. Namun saat ini dia mendapatkan tarif seharga Rp10 ribu untuk perjalanan dari Jalan Salemba Bluntas ke LBH Jakarta.
![]()
"Kalau lewat sudut pandang driver GoJek sih saya setuju. Soalnya pihak aplikator juga sudah meniadakan poin plus tiga atau dua di titik tertentu pada jam sibuk sekarang flat plus satu. Itu bikin pendapatan si driver kurang jadinya," kata Maulandy kepada VIVAnews.
Namun ada juga konsumen yang merasa kurang sreg dengan kenaikan tarif ini. Dikutip dari laman VIVA.co.id, Restu (27) yang juga pelanggan ojol mengaku keberatan dengan kenaikan tarif ojek daring. Pasalnya, transportasi menurut dia menjadi kebutuhan utamanya dalam beraktivitas.