Geger Disertasi Kontroversi

Penulis disertasi kontroversial, Abdul Aziz.
Sumber :
  • VIVA/ Cahyo Edi.

Dalam sidang beberapa waktu lalu, Abdul Aziz berhasil mempertahankan disertasinya. Menurut Aziz, apa yang dituangkan dalam disertasinya itu akan bermanfaat untuk pembaruan hukum perdata Islam, pidana Islam, dan hukum keluarga Islam.

img_title Eks Head Coach Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Modus Kekerasan Seksual terhadap 5 Atlet

Berdasarkan pemikiran Muhammad Syahrur, hubungan intim di luar nikah tidak melanggar hukum Islam. Sebab, kata Abdul, berdasarkan konsep pemikiran Muhamamd Syahrur, dalam Alquran tidak ada definisi zina. Alquran hanya menyebut larangan berzina. Definisi zina, menurut Aziz, berasal dari para ulama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di dalam Alquran memang ada dilarang mendekati zina, jelas. Akan tetapi definisi zina kan tidak ada itu,” kata Abdul.

img_title Jadi Pelatih Timnas Prancis, Zinedine Zidane Disorot Gara-gara Jadi Seorang Muslim hingga Picu Respons Politikus

Bagi Muhammad Syahrur, kata Aziz, hubungan intim disebut zina bila dipertontonkan ke publik. Tapi, jika hubungan seks dilakukan di ruang privat, dan sesuai dengan syarat-syarat Milk al-Yamin, maka tidak bisa dikatakan zina. 

Mengenal Milk al-Yamin

img_title Kasus Dugaan Kekerasan Seksual DJ Wanita di Jaksel, Polisi Segera Tentukan Nasib Terduga Pelaku yang Ngaku Punya Jabatan

Konsep Milk al-Yamin Muhamamd Syahrur menyebutkan bahwa berhubungan intim di luar nikah, dalam batas tertentu, tidak melanggar syariat Islam.

Lalu, apa arti dari Milk al-Yamin?

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Zaitun Rasmin, menyebut arti dari Milk al-Yamin adalah budak.

“Dan, Milk al-Yamin ini bukan dari Islam awalnya, dibolehkan seorang berhubungan seks dengan budaknya. Ini diambil sebelum Islam. Karena dasarnya adalah namanya budak. Budak itu kan milik. Maka, salah satunya adalah boleh berhubungan seksual,” ujar Ustaz Rasmin, dalam perbincangannya dengan tvOne.

Setelah datang Islam, perbudakan seiring waktu dihapus. Dengan segala cara, Islam menyempitkan praktik perbudakan. “Dan dengan segala cara membebaskan para budak,” kata Rasmin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Rasmin menduga, Abdul Aziz tidak jujur menjabarkan arti sebenarnya dari konsep Muhammad Syahrur. Dia menilai, Abdul Aziz sengaja menyamarkan arti Milk al-Yamin dan hubungan seksual nonmarital, sebagaimana materi dalam disertasinya.

“Nah ini yang tidak diterjemahkan. Tiba-tiba dibawa kepada bahwa Milk al-Yamin itu hubungan seksual yang didasari komitmen di luar pernikahan. Komitmen apa itu? Suka sama suka. Bilang saja itu seks bebas. Seks bebas kecuali dengan istri orang. Pakai bahasa itu saja, supaya gampang dipahami oleh orang awam. Untuk tidak terjebak pada pengaburan-pengaburan seperti ini. Dan ini adalah sebuah musibah besar,” ujar Rasmin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut