SOS Demokrasi
- ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Jokowi mengaku sudah mendapatkan laporan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa kedua mahasiswa itu memang ikut berdemonstrasi untuk menyampaikan aspirasinya ke DPRD Sultra. Ia pun mendoakan dua almarhum mahasiswa tersebut.
"Semoga apa yang diperjuangkan oleh ananda Randi dan ananda Yusuf Kardawi ini menjadi kebaikan bagi bangsa ini dan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisinya," tutur Jokowi.
![]()
Dalam instruksinya, Jokowi meminta Kapolri Tito Karnavian untuk menginvestigasi kejadian meninggalnya dua mahasiswa di Kendari. Kedua mahasiswa itu meninggal diduga karena ditembak aparat keamanan.
Jokowi mengklaim dirinya sudah mengingatkan kepada Kapolri agar jajarannya tak bertindak represif kepada para demonstran.
"Saya juga perintah kan juga untuk menginvestigasi dan memeriksa seluruh jajarannya," kata Jokowi.
Sementara, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, dalam arahan dan petunjuk pimpinan Polri, anggota telah ditugaskan untuk tak menggunakan senjata dalam melakukan pengamanan demo.
"Artinya tidak dibawa senjata itu. Apalagi menggunakan peluru karet dan peluru tajam," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 27 September 2019.
Iqbal pun menjelaskan, dalam pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa dan siswa di beberapa daerah, anggota hanya dibekali pentungan, tameng, dan helm. Hal tersebut digunakan sebagai bagian melindungi diri.
"Teman-teman saya juga harus melindungi diri sendiri. Kita juga manusia. Tidak sedikit yang luka parah bahkan gugur dalam pelaksanaan tugas mengamankan dan melayani demonstrasi," ujarnya.