Bullying si 'Pembunuh'

Bullying pada anak.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Tenda duka itu terpasang di rumah Yosina di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu 16 Oktober 2019. Dia baru saja kehilangan keponakannya, YSS, yang meninggal diduga, lantaran bunuh diri. 

img_title Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa Bumi NTT

Kakak kandung dari ibunda YSS ini tak menyangka, korban mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut. Ketiga kakak korban pun, tak mengira adiknya melakukan hal itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di mata Yosina, korban merupakan anak yang rajin dan mudah bergaul. Ia telah merawat korban beserta tiga orang kakaknya selama tujuh tahun, sejak ibu mereka meninggal. Pada 2012 lalu, sang ibu meninggal, lantaran dibunuh bapak korban dengan cara dicor di samping rumah mereka. Sejak kejadian itu, rumah korban tak lagi ditempati.

img_title Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Nepal Capai 951 Orang

Hingga pada Senin 14 Oktober 2019,  pukul 10.00 Wita, YSS, ditemukan tewas gantung diri di rumah tersebut. Adalah Cristofel Key, yang pertama menemukan jenazah siswa kelas dua sebuah SMP negeri di Kupang, Nusa Tenggara Timur itu. Saat itu, Cristofel hendak memberi makan ternak kambing, tak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut Cristofel, awalnya dia mencium aroma tak sedap di sekitar rumah tersebut. Ketika mendekati rumah yang telah kosong itu, lalu mengintip lewat celah jendela, ternyata ada seseorang tewas tergantung. Temuan tersebut, langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi bengkak.

img_title Update Korban Banjir Bandang Nepal, 919 Jiwa Tewas dan 4.800 Orang Masih Hilang

Sebelum meninggal, korban sempat membuat sebuah pesan yang dituliskan dalam buku. Dalam pesan itu, korban mengutarakan isi hatinya dan meminta maaf kepada keluarga dan bibi korban yang telah mengasuh dia sejak ibunya tewas dibunuh.

Korban juga mengeluh, kerap menjadi bahan olok-olokan sebagai keturunan pembunuh dan anak tukang cor. Pesan lainnya, korban dendam kepada ayah kandungnya yang membunuh ibunya. Korban berjanji, akan menghabisi ayahnya sendiri yang kini mendekam di penjara.

Ilustrasi korban bullying

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepeda dari Jokowi

Semasa hidupnya, YSS ternyata pernah menerima hadiah sebuah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Dia mendapat sepeda, karena mampu menjawab pertanyaan Jokowi dan mampu menghafal Pancasila secara baik dan benar. Saat itu, korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dia mendapat hadiah, ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada sejumlah siswa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut