Koalisi Semringah PKS-Berkarya Hadapi Pilkada
- VIVAnews/ Eduward Ambarita.
Usai pertemuan, juru bicara PKS Pipin Sopian, mengatakan, pertemuan itu berkomitmen untuk membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat, sesuai amanat reformasi dalam bingkai Pancasila dan UUD NKRI 1945. Selain itu, pertemuan tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman komunisme, separatisme, terorisme, radikalisme, serta berbagai ancaman terhadap pertahanan dan keamanan negara, bersama TNI, Polri, masyarakat sipil, serta seluruh komponen bangsa.
Pipin juga menegaskan, pertemuan Berkarya dan PKS adalah untuk memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat dan menolak segala bentuk persekusi, kriminalisasi, serta stigmatisasi terhadap ulama, tokoh agama, serta aktivis.
"Juga untuk membangun kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan mendorong gerakan kewirausahaan nasional khususnya bagi para generasi muda serta bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat dan meringankan beban hidup mereka di antaranya dengan menolak kenaikan iuran BPJS, tarif dasar listrik, harga BBM, dan lain sebagainya," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews, Selasa, 19 November 2019.
Pertemuan itu diharapkan juga membuka ruang kerja sama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan memenangi kompetisi pilkada tahun 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan, menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, segala bentuk kecurangan serta pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis, serta meminta kepada pemerintah dan aparat untuk menyelenggarakan pilkada yang jujur dan adil.
Pipin memastikan, PKS yakin beroposisi tidak sendirian. "Ada banyak pihak, yang mendukung posisi PKS untuk beroposisi menyuarakan aspirasi rakyat," ujarnya.Â
Komentar Partai: Itu Pertemuan Biasa
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan memilih menghormati sikap PKS dan Berkarya. Menurutnya, masing-masing partai punya kedaulatan sendiri, dan bisa berkoalisi dengan parpol sahabat adalah sebuah keniscayaan dan pilihan yang harus dilakoni.
"Demokrat bisa berkoalisi dengan siapa saja, yang penting demi kedaulatan bangsa dan negara," ujarnya kepada VIVAnews, Selasa, 19 November 2019.Â
Ia mengatakan bahwa semua bebas dan bergantung ke visi dan sikap partai masing masing. Hinca menegaskan, Demokrat punya caranya sendiri dan ingin fokus bekerja untuk rakyat.