Ciputra, dari Pelari Jadi Raja Properti
- Istimewa
Perkiraan Ciputra tak meleset. Bantuan dari Mayor Charles, asisten Gubernur DKI Soemarno Sosroatmodjo, mengantarnya pada pencapaian baru. Paparan Ciputra soal pembenahan kawasan Pasar Senen mampu membetot perhatian Gubernur Soemarno.
Ia rela memberi kesempatan pada pebisnis miskin itu untuk bertemu Presiden Soekarno dan mempresentasikan pemikirannya. Pucuk dicinta ulam tiba, Presiden Soekarno juga menaruh hati pada paparan Ciputra soal konsep peremajaan Pasar Senen.Â
Meski tak punya uang, Ciputra tak menyerah. Gubernur Soemarno juga bersedia membantunya dengan cara mengumpulkan pengusaha besar saat itu.
Sejumlah pengusaha dan petinggi Bank Negara Indonesia bersedia mengumpulkan permodalan. Tepat pada 3 September 1961, PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya (Pembangunan Jaya) berdiri. Ciputra dan Pembangunan Jaya berhasil meremajakan kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Keberhasilan itu jadi milestones pertama Pembangunan Jaya.Â
Sejak itu, Ciputra kerap mendapat proyek besar. Pengembangan kawasan Ancol adalah salah satunya.
Wilayah yang sebelumnya terkenal angker dan penuh kejahatan berhasil disulapnya menjadi kawasan wisata bagi warga Jakarta. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali dalam keterangan tertulis menyampaikan jasa Ciputra mengembangkan Ancol.Â
Pembangunan kawasan rekreasi pantai Ancol sampai unit-unit rekreasi yang ada di dalamnya, seperti Pasar Seni, Gelanggang Renang (Atlantis Water Adventures), Gelanggang Samudra (Ocean Dream Samudra), Dunia Fantasi, dan resor tepi pantai Putri Duyung Ancol, adalah karya Ciputra. Â
"Pembangunan tersebut merupakan karya-karya besar almarhum Pak Ci yang sampai hari ini masih dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat," ujar Teuku Sahir Syahali, Rabu, 27 November 2019
Berhasil menaklukkan Ancol dan Senen membuat Pembangunan Jaya terus melejit. Perusahaan ini berkembang hingga memiliki anak perusahaan seperti Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.
Kuku Pak Ci sebagai raksasa properti terus menancap dengan kuat. Ia mendapat julukan raja properti karena investasinya yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.Â
Ia mengembangkan Bumi Serpong Damai, Pondok Indah, Pantai Indah Kapuk, Citra Raya, hingga mal dan hotel. Kepada seluruh karyawannya, ia mencanangkan tiga nilai utama perusahaan, yaitu Integrity, Professionalism, dan Entrepreneurship.