Kisah Eksploitasi Pramugari Garuda

Karangan bunga berisi sindiran terhadap penyelundupan yang dilakukan Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara
Sumber :
  • VIVAnews/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Belum kering isu penyelundupan Harley Davidson dalam pesawat Garuda, jajaran elite maskapai dalam negeri itu sudah kembali dilanda isu 'basah.'

img_title Soal Putusan Sidang KPPU, Begini Tanggapan Dirut Garuda

Sebuah akun anonim yang menyebut namanya @digeeembok menguliti bagaimana kisah 'basah' terjadi di tubuh penerbangan nomor satu di Indonesia itu. Ratusan cuitan terkait pelecehan seksual dipublikasi oleh akun @digeeembok. Hingga Kamis malam, 12 Desember 2019, akun tersebut sudah mempublikasikan 199 cuitan tentang praktik jahat yang dilakukan oleh direksi Garuda terhadap awak kabinnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akun tersebut menceritakan, bagaimana pramugari Garuda kerap menjadi santapan seksual petinggi Garuda. Akun tersebut bahkan menyebut nama Roni Eka Mirsa, Vice President Awak Kabin Garuda Indonesia, sebagai 'germo.' Roni, ujar pemilik akun @digeeembok, adalah orang yang akan 'mencari' dan menyediakan pramugari untuk para petinggi. 

img_title Garuda Indonesia Klarifikasi Isu Masker Awak Kabin Diganti Face Shield

Awak kabin, tulis @digeeembok, kebanyakan tak bisa melawan karena ancaman dan pemaksaan yang dilakukan Roni. Mereka yang menolak, bahkan tak diberi kesempatan terbang. Akibatnya, mereka hanya menerima gaji bulanan setara UMR tanpa punya kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari perjalanan terbang. 

Tak Semua Benar, Tak Semua Salah

img_title Bos Garuda Indonesia Curhat Rugi Berat Kehilangan Penumpang

Kisah yang disampaikan akun tersebut diakui oleh YP, seorang pramugari Garuda yang masih bekerja hingga sekarang. Kepada VIVAnews, YP mengatakan bahwa kisah yang disampaikan akun itu tak sepenuhnya benar, tapi tak sepenuhnya juga salah. 

Dari beberapa cuitan yang dipublikasikan, YP membenarkan cerita tentang direksi yang kerap mendatangi tempat pramugrari yang sedang belajar. Direksi juga mendatangi crew centre, tempat di mana pramugari biasa berkumpul sebelum mereka bertugas. 

"Direksi memanfaatkan jabatan. Ini bukan praktik prostitusi. Tapi cara direksi terlihat banget. Pekerjaan sebagai direksi kan banyak, tapi sempat-sempatnya mereka mendatangi cabin crew, tempat pramugari berkumpul atau tempat pramugari belajar dengan alasan sidak (inspeksi mendadak). Itu saja sudah aneh," ujar YP. 

Ujung-ujungnya, ujar YP, direksi minta nomor telepon, dan besoknya sudah lanjut dengan chatting. YP menuturkan, isu soal direksi yang rajin sidak dan meminta nomor telepon pramugari sudah lama beredar dan tersiar secara getok tular. 

"Sudah keseringan. Heri Akhyar paling kacau," ujarnya, menyebut nama direksi Garuda. Kegeraman yang tertahan terasa dari nada bicaranya. 

YP mengaku memang tak mengalami langsung kisah seperti yang disampaikan oleh akun @digeeembok. Tapi, sebagai awak kabin yang sudah bekerja di Garuda selama tujuh tahun, ia sudah kenyang mendengar cerita bagaimana awak kabin berusaha menghindari kisah tak sedap tersebut. 

Menurut YP, kasus-kasus tersebut biasanya terjadi saat OTD, atau Others Duty. Ini adalah istilah tentang penugasan di darat. OTD bisa berbentuk training, medical check up, juga talent. Kasus yang didengar oleh YP biasanya adalah ketika gathering.

"Sebenarnya ini gathering resmi, tapi jadi kesempatan untuk direksi melakukan hal itu. Pramugari yang menjadi talent memang cantik-cantik. Jadi mereka dijadwalkan untuk OTD, berkedok tugas kantor. Tapi, sebenarnya itu penjebakan," ujarnya menambahkan.

YP tak yakin persis, sejak kapan kasus ini merebak. Tapi, sebagai contoh, ia bercerita tahun 2016 perusahaan pernah memecat seorang awak kabin yang berteman 'dekat' dengan penumpang VIP, yang kebetulan berteman dengan pejabat Garuda. Menurut YP, hal tersebut menunjukkan kenetralan perusahaan, tidak ada KKN. 

"Tapi, sekarang, dekat dengan pejabat malah jadi life style," ujarnya.

Erick Thohir Serahkan ke Polisi

Mendapati cuitan yang langsung membongkar namanya, Vice President Awak Kabin Garuda Roni Eka Mirsa melaporkan akun @digeeembok ke polisi. Tuduhannya pencemaran nama baik. 

Kasat Reskrim Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, AKP Alexander Yurikho, mengatakan laporan sudah diterima pihaknya. "Laporannya ada (sudah diterima). Terkait merasa dicemarkan nama baiknya pelapor," ujar Alex saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 11 Desember 2019.

Cuitan yang dilaporkan adalah cuitan yang langsung menyebut nama Roni Eka Mirsa, yaitu "Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Mirsa aka 'PROVIDER' paham banget manfaatin celah Pramugari untuk jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat. Germo Jahat bernama: Roni Eka Mirsa'.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pilih menyerahkan kasus tersebut ke polisi. Menurut Erick, kasus amoral seperti itu bukan bidangnya. Tapi, ia memastikan, ke depannya, BUMN akan meningkatkan pengawasan agar tindak kekerasan seksual atau sexual harrassment seperti yang dialami awak kabin Garuda Indonesia tak akan terjadi lagi. 

"Kalau saya kan lebih korporasi, walaupun tentu, kita ke depan saya rasa nanti awal tahun, kita juga akan memastikan (pengawasan) sexual harassment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," kata Erick di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

Erick berencana akan membuat sistem perlindungan hukum yang lebih berpihak pada perempuan di BUMN. "Tidak boleh kaum perempuan itu, mohon maaf, dijadikan ya hal-hal yang tidak baiklah," ujar Erick. 

Menteri yang juga pengusaha itu mengakui belum ada hukum yang jelas, namun merujuk pada kasus pelecehan di Amerika, maka pelaku bisa diberhentikan jika terbukti melakukan pelecehan seksual.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan akan segera membentuk tim khusus untuk menelusuri kasus ini. Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta akan bekerja sama dengan pihak cyber Polri, untuk mencari tahu pemilik akun @digeeembok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masih terus kita telusuri, siapa pemiliknya dan karena ini laporannya terkait media elektronik, lebih tepatnya media sosial, maka ada tim-tim khusus yang bekerja," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Adi Ferdian Saputra, di Gedung VVIP Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dikutip Kamis 12 Desember 2019. 

"Untuk kasus ini akan kita kenakan pasal 27 ayat 3 Undang-undang tahun 2019 mengenai ITE dan 310, 311 KUHP yang kurang lebih ancaman empat tahun penjara pada terlapor. Sementara, ini masih tahap penyelidikan dan kita lihat dulu unsurnya, apakah bisa masuk ke tahap penyidikan atau tidak, jadi kita tunggu saja," ujarnya.

Pesawat Garuda Indonesia keluar dari landasan pacu di Makassar

Angkasa Pura Investigasi Penyebab Pesawat Garuda Keluar Lintasan

insiden ini terjadi di Makassar dan saat hendak lepas landas

img_title
VIVA.co.id
2 Juli 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut