Teror Kobra di Permukiman

Seekor anak ular kobra ditangkap oleh warga di Perumahan Citayam Village, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sumber :
  • VIVAnews/Zahrul Darmawan

"Sebelum bulan-bulan ini adakan kerja bakti, lingkungan bersih dan tidak ada tempat nyaman otomatis kobra akan cari tempat lain buat bertelur," kata Arbi.

img_title KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Terkait Kasus Suap

Kemudian, untuk menghindari ular masuk ke rumah, dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah. Gunakan pembersih lantai dengan aroma yang menyengat atau kapur barus karena ular tidak suka dengan bau yang tajam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hindari meninggalkan sampah bekas makanan di rumah yang dapat mengundang tikus mangsa ular. 

img_title Bikin Takjub! Rumah di Nepal Tetap Berdiri Kokoh Usai Diterjang Banjir Bandang

Selalu bersihkan rumah dari tumpukan barang-barang, termasuk pekarangan rumah dari tumpukan daun-daun kering atau material yang menumpuk yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.

"Siram seluruh saluran air yang menuju rumah dengan karbol yang berbau tajam dan tutup semua saluran air dengan ram kawat," katanya.

img_title Pemerintah Kaji Konsep Rumah 3 Lantai di Atas Sungai, Bakal Segera Diumumkan ke Publik

Seandainya ditemukan ular, untuk keamanan, pemindahan ular dilakukan dengan pendampingan dari petugas yang berwenang dan memiliki pengetahuan untuk menangani ular berbisa. Sebab, gigitan bisa ular dapat mengancam jiwa manusia.

Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016, bisa ular tidak langsung masuk ke dalam darah melainkan menyerang sel getah bening manusia. "Tapi sel getah bening ini memang drainase (untuk) masuk ke dalam darah," terang Arbi.

Arbi menjelaskan, posisi sel getah bening, berada persis di atas otot, sehingga apabila otot bergerak, racun ular akan terus mengalir dan menjalar ke seluruh tubuh. "Nah proses imobilisasi ini untuk mencegah otot tidak bergerak,” terangnya

Ia juga mengatakan, proses imobilisasi dapat dilakukan dengan cara menopang area tubuh yang terkena gigitan agar ototnya tidak bergerak. Imobilisasi yang dianjurkan bagi penderita gigitan bisa ular yang dikeluarkan WHO, yakni dengan cara dibidai atau dibalut seperti penderita patah tulang

Setelah dilakukan pertolongan atau penanganan pertama, segeralah bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Nantinya, tim medis akan melakukan observasi selama 2 x 24 jam untuk melihat fase lokal atau sistemik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika sistemik akan disuntik serum, tapi kalau lokal korban sudah boleh pulang setelah dua hari," tuturnya.

Namun, jika si korban terkena bisa atau racun dengan cara disembur (bukan digigit), sebaiknya langsung disiram menggunakan air bersih. "Kalau disembur jangan dikucek, karena bisa (racun) ular akan bekerja jika dikucek ada lecet masuklah bisa ke dalam sel getah bening," paparnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut