Petaka Mengintai Menjelang Tahun Baru

Waspada Cuaca Ekstrem
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

VIVA – Masyarakat sebenarnya mulai ancang-ancang menyongsong musim hujan setelah periode kemarau panjang hingga menjelang akhir tahun. Hujan-hujan pendahuluan sebagai pertanda musim kering dengan terik Matahari menyengat segera berlalu menjadi peringatan bagi publik bahwa hari-hari basah sudah datang.

img_title MUI Ajak Umat Muslim Shalat Istisqa, Minta Hujan dan Karhutla Berakhir, Begini Tata Caranya

Tetapi, siang akhir pekan lalu, seolah tanpa peringatan, hujan deras disertai angin kencang dan petir menyambar-nyambar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menara pemancar milik Radio Republik Indonesia (RRI) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, roboh hingga menimpa beberapa bangunan rumah dan masjid di dekatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jembatan gantung yang baru diresmikan, di Kemayoran, Jakarta, ambruk. Atap bangunan utama di Stasiun Serpong, Tangerang Selatan, Banten, beterbangan diterpa angin kencang. Sejumlah pohon tumbang dan beberapa rumah rusak.

img_title China Disebut Batasi Informasi Banjir Bandang di Tibet, Ratusan Orang Masih Hilang

Peristiwa serupa sebenarnya tak hanya terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Jawa, seperti di Surabaya, Jawa Timur; Sleman, DI Yogyakarta; Tegal, Jepara, dan Sragen, Jawa Tengah; Cirebon, Sukabumi, dan Karawang, Jawa Barat; dan lain-lain. Beberapa daerah di Sumatera pun mengalami hal yang sama.

Topan Phanfone

img_title Update Korban Banjir Bandang Nepal, 919 Jiwa Tewas dan 4.800 Orang Masih Hilang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem dalam sepekan mendatang, periode 23-30 Desember 2019. 

Dalam masa itu, distribusi curah hujan diprakirakan cukup signifikan di sebagian besar sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Sumatera, Kalimantan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Umumnya hujan terjadi saat menjelang siang hingga sore. Selain itu, gelombang tinggi yang disebabkan cuaca ekstrem berpeluang terjadi pada 23-28 Desember dengan gelombang setinggi rata-rata 1,25 -2,5 meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 23 Desember 2019, mengatakan bahwa potensi cuaca ekstrem di Indonesia dalam sepekan mendatang itu karena “adanya faktor dinamika atmosfer skala regional dan lokal terkini”.

Dinamika atmosfer, katanya, karena adanya monsoon Asia yang mulai menunjukkan aktivitasnya. Dari tanda itu terjadi peningkatan massa udara basah dan terbentuknya pola konvergensi, perkembangan dan belokan angin di beberapa wilayah, serta suhu muka laut hangat yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut