Tsunami Tetap Mengancam Indonesia
- ANTARA FOTO/Ampelsa
Sebelumnya, Widjo, membuat pemodelan bencana dengan fokus ke daerah Selatan Jawa dan menemukan gempa bermagnitudo 8,8 dan tsunami dengan tinggi 20 meter berpotensi terjadi di daerah itu.
Indonesia sendiri memiliki 16 segmen megathrust yang mencakup Pulau Sumatera, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), juga Laut Banda. Maka dari itu, daerah-daerah tersebut juga menghadapi ancaman serupa.
"Biasanya (gempa) terjadi di daerah subduksi atau pertemuan lempeng-lempeng. Kalau di Selatan Jawa, ya, pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang (bergerak) tujuh centimeter per tahun," ujar Widjo.
Data tersebut juga diperkuat oleh sebuah disertasi doktor dari Rahma Hanifa (2014) di Nagoya University yang berjudul "Interplate Earthquake Potential off Western Java, Indonesia, Based on GPS Data". Disertasi itu menyebutkan, zona megathrust selatan Jawa Barat dan Banten berpotensi memicu gempa dengan magnitudo 8,7.
Antisipasi Tsunami
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan Indonesia kini memiliki sistem peringatan dini sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar pesisir untuk segera mengamankan diri, ketika potensi gelombang tsunami muncul. "Kita punya sistem peringatan dini InaTEWS yang bekerja 24 jam," klaim Daryono.
Namun demikian, ia berharap masyarakat tidak membangun bangunan yang dekat dengan pantai. Dan penataan ruang harus dilakukan bail oleh pemerintah maupun masyarakat, untuk mengantisipasi bencana serupa.
![]()
"Penataan ruang harus dibenahi. Jangan membuat bangunan yang nempel-nempel di pantai, tapi agak menjauh dari pantai," jelas Daryono.
Selain itu, Kepala PVMBG Kementerian ESDM, Kasbani mengungkapkan upaya pemerintah adalah dengan mengedukasi masyarakat akan bencana serupa.
"Tentunya dari sisi peningkatan kapasitas bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat agar masyarakat bisa lebih peduli dalam antisipasi bencana," ucap Kasbani.
Kasbani juga menyebutkan langkah pemerintah berikutnya, yaitu dengan mempersiapkan tanggul-tanggul yang bisa menghalau gelombang tsunami.
"Kemudian bagaimana kita mempersiapkan tanggul-tanggul untuk mengantisipasi tsunami. Itu kan juga perlu dipersiapkan," jelas Kasbani.
Namun demikian Kasbani mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan menanggapi isu bencana terutama gempa dan tsunami. Pemerintah sudah memetakan daerah mana yang berpotensi gempa maupun tsunami.