Reynhard Sinaga, Predator Seks dan Dugaan Psikopat
- Istimewa
Reynhard Psikopat atau Bukan?
Sikap Reynhard yang tetap tenang, happy dan tak merasa bersalah membuat publik marah. Apalagi ia telah melakukan perbuatan keji tersebut pada hampir 200 orang dan membekaskan trauma pada korban-korbannya.
Dua psikolog klinis dari Yayasan Pulih -sebuah yayasan yang bekerja untuk korban perkosaan dan trauma- Gisella Tani Pratiwi, M.Psi, Psikolog dan Lintang Mas Melati, M.Psi, Psikolog mengaku tak dapat menjabarkan apa yang membuat Reynhard melakukan hal tersebut. Kedua psikolog ini kompak mengatakan bahwa secara kode etik profesi mereka tak bisa menjabarkan kasus, apalagi tanpa data primer dan tak menangani kasus secara langsung.Â
"Tapi secara umum, latar belakang perilaku pelaku kekerasan seksual memang bisa beragam dan dinamikanya tidak bisa disamakan/digeneralisir. Misalnya karena motivasi dendam, gangguan psikologis, trauma masa lalu dan sebagainya," ujar keduanya kepada VIVAnews melalui pesan singkat, Selasa, 7 Desember 2019.
Kedua psikolog ini juga tak mengatakan dengan tegas, apakah yang dilakukan Reynhard masuk kategori perbuatan seorang psikopat atau orang dengan gangguan kepribadian anti-sosial. Keduanya hanya menjabarkan ciri-ciri psikopat berdasarkan teoritisnya.Â
"Ciri-ciri psikopat atau orang dengan gangguan kepribadian anti-sosial di antaranya adalah tidak memiliki empati terhadap orang lain, tidak peduli dengan benar-salah, kerap berbohong, memanipulasi, dan mengeksploitasi orang lain untuk keuntungan diri sendiri tanpa merasa bersalah atau penyesalan. Untuk memahami seseorang psikopat atau tidak, diperlukan pemeriksaan yang detail," ujarnya menerangkan.
Soal penyebaran wajah Reynhard yang terpublikasi secara luas, kedua psikolog ini mengatakan bahwa pada dasarnya setiap individu, termasuk pelaku kejahatan memiliki HAM yang perlu dilindungi. Namun untuk penyebaran identitas dan wajah pelaku, ujar mereka, misalnya pada kasus ini, maka perlu dicek dari perspektif keamanan masyarakat luas dan norma hukum yang berlaku.Â
Reynhard melakukan perkosaan pada sesama jenisnya. Pemerkosaan yang dilakukan Reynhard membantah stigma bahwa pria tak mungkin menjadi korban pemerkosaan, apalagi sampai trauma. Dari kampanye yang dilakukan Yayasan Pulih di Instagram, disebutkan pria bisa menjadi korban pemerkosaan dan trauma yang dialami pria korban pemerkosaan bisa bermacam-macam. Mulai dari penyangkalan diri, self esteem yang buruk, masalah interpersonal, post traumatic stress disorder (PTSD), gangguan kecemasan, depresi, mimpi buruk, hingga gangguan tidur.Â