Reynhard Sinaga, Predator Seks dan Dugaan Psikopat
- Istimewa
Reynhard Tenang, Happy dan Tak Merasa Bersalah
Sejak tertangkap, Reynhard tak pernah mengaku bersalah. Ia terus mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah atas dasar suka sama suka. Bahkan meski polisi sudah membeberkan perilakunya, Reynhard tetap teguh pada pendiriannya.Â
Pejabat konsuler KBRI, Gulfan Afero, mengaku pihaknya telah dikontak polisi Manchester sejak 5 Juni 2017. Gulfan, yang menjabat sebagai koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London, mengatakan sejak itu pihak KBRI terus mendampingi Reynhard. Bahkan selama empat kali persidangan, pihaknya selalu hadir.Â
Kondisi Reynhard, menurut Gulfan Alfero, tidak menunjukkan stres. "Saya tiga kali bertemu [di penjara], Reynhard tak terlihat dalam kondisi stres. Dia happy , sehat, tenang, dia tahu kasus yang dihadapi. Dia tidak menyampaikan penyesalan karena dia menyatakan tidak bersalah dan tidak merasa terbebani atas kasusnya. Dia terlihat biasa-biasa saja," kata Gulfan seperti dikutip dari BBC, 6 Januari 2020.
Gulfan juga mengatakan, dalam sebuah pembicaraan dari hati ke hati, Reynhard mengakui adalah seorang homoseksual dan mengaku telah berhubungan seks dengan hampir 200 laki-laki.
Goddart, salah satu hakim yang memimpin empat sidang kasus perkosaan berantai ini mengatakan menerima surat dari ibu dan adik perempuan Reynhard. "Saya telah membaca dua referensi dari ibu dan adik perempuan Anda. Mereka tak tahu bahwa Anda adalah pemerkosa berdarah dingin, licik dan penuh perhitungan," kata hakim dalam putusan sidang kedua pada Juni 2019.
Tampilan Reynhard yang tetap tenang, happy dan tak merasa bersalah, berbeda jauh dengan kondisi korban-korbannya. Polisi Manchester akhirnya bekerja sama dengan unit rumah sakit yang khusus menangani serangan seksual di Manchester, Saint Mary`s Sexual Assault Referral Centre, karena sebagian korban menjadi trauma setelah menyadari mereka adalah korban perkosaan.
Kepolisian Manchester mengatakan para korban lain sulit diidentifikasi karena stigma dan perasaan malu menjadi korban perkosaan pria. Sebagian korban mengatakan mereka bahkan belum memberitahu keluarga atau teman karena trauma. Sebagian lainnya mengatakan mereka sangat khawatir berita dari pers akan mengungkap mereka sebagai korban perkosaan Reynhard Sinaga.