Waspada Virus Corona
- ANTARA FOTO/Reno Esnir
Sayangnya, upaya itu tak memberi dampak signifikan. Sejak pelaporan itu, kasus ini terus berkembang dengan pesat. Pada 1 januari 2020, teridentifikasi ada 44 kasus dengan satu orang tewas. Namun, hanya dua pekan kemudian, kasus ini sudah menginfeksi 544 orang dan 17 orang meninggal dunia.Â
Virus tersebut, yang disebut corona virus, telah tersebar ke  33 wilayah di China termasuk Beijing, Shanghai. Kasus ini juga teridentifikasi di Jepang, Hong Kong, Macau, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, bahkan Amerika.
Bandara di seluruh dunia telah meningkatkan pengawasan kesehatan mereka. Prosedur penanganan penyakit menular juga diterapkan untuk membantu menekan penyebaran virus.Â
Kelelawar dan Ular Diduga Pembawa Virus
Sejumlah ilmuwan kesehatan China mengatakan, kasus ini diduga bermula dari The Huanan Seafood Market, sebuah pasar yang menjual masakan hewani di pusat kota Wuhan. Pejabat China mengkhawatirkan ratusan orang terinfeksi virus dari hewan yang dijual di pasar tersebut.Â
Pasar tersebut adalah pasar yang menjual aneka masakan dari daging berbagai hewan, mulai dari anak anjing, serigala, kelelawar, musang, landak, rubah, buaya, ular, daging unta, bahkan tikus.Â
Dugaan mengarah ke pasar hewan Wuhan, merujuk pada kasus sindrom pernapasan akut (SARS), virus yang juga mematikan dan menjadi pandemi di Asia pada 2002-2003. Dalam satu tahun, virus SARS menginfeksi 8.000 orang dan menewaskan 774 orang. Penyebaran virus SARS dikaitkan dengan konsumsi daging musang yang disantap oleh warga China.Â
Awalnya, kasus ini dikabarkan hanya menyebar dari hewan ke manusia. Tapi pada 20 Januari 2020, pemerintah China mengonfirmasi bahwa virus ini bisa menular dari manusia ke manusia. Virus corona diduga berawal dari kelelawar dan tertransmisi ke ular. Sejumlah ilmuwan China menganalisa terjadinya penularan dari ular ke manusia.
"Saat ini, kita bisa mengatakan bahwa ada fenomena penularan dari manusia ke manusia," ujar Zhong Nanshan, peneliti dari pemerintah China yang memimpin upaya penanganan wabah ini seperti dikutip dari Bussiness Insider, Rabu, 22 Januari 2020.
![]()
Menurut ilmuwan China, penyebaran virus Corona tak sekuat penyebaran virus SARS. Tapi jumlah mereka yang terinfeksi terus bertambah dengan pesat. Meski pemerintah China mengatakan jumlah yang terinfeksi mencapai 500-an orang, tapi seorang akademisi di Imperial College London memperkirakan jumlah mereka yang terinfeksi mendekati angka 1.723 orang.Â