Waspada Virus Corona
- ANTARA FOTO/Reno Esnir
Jika ini benar, maka ini kedua kalinya pemerintah China tertampar oleh penyebaran virus mematikan yang berasal dari brutalnya cara mereka mengonsumsi hewan.Â
Badan Kesehatan Dunia atau WHO, juga telah mengadakan pertemuan dadakan di Jenewa, Swiss untuk menentukan apakah wabah virus corona jenis baru ini merupakan situasi Darurat Kesehatan Publik Internasional. Jika sampai pada tahap tersebut, maka membutuhkan respons internasional yang terkoordinasi.Â
Namun dari pertemuan tersebut WHO memutuskan untuk tidak menyatakan status apapun pada tahap ini.
Indonesia Bersiap
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat untuk tidak panik mengenai terus berkembangnya isu virus corona. Virus misterius yang semula teridentifikasi di Wuhan, Provinsi Hubei, China tersebut saat ini mulai menyebar ke berbagai negara.
Terawan menjelaskan, sejak beredarnya isu mengenai virus tersebut, pihaknya telah menetapkan siaga satu supaya virus tersebut tidak masuk ke Indonesia. "Aku akan ngecek semua, termasuk pintu negara semua. Kita sudah siaga satu ini enggak ada tidurnya. Tenang, saya bekerja membantu masyarakat untuk tak usah khawatir," kata dia di Gedung BRI, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.
Dia meminta, semua pihak termasuk media untuk tidak terus-terusan menyebarkan informasi mengenai keberadaan virus tersebut di Indonesia, sebelum adanya fakta yang membuktikan. Tujuannya, supaya masyarakat tidak panik.
![]()
Sementara otoritas bandara Soekarno-Hatta, yang menerima penerbangan langsung dari Wuhan, kota asal penyebaran virus, mengatakan telah meningkatkan kewaspadaan.Â
Kepala Karantina Pelabuhan Kelas Satu Bandara Soekarno-Hatta, dokter Anas Ma`ruf, mengatakan pihaknya siap mengikuti pedoman dari WHO jika lembaga PBB itu mendeklarasikan situasi Darurat Internasional. Ia mengatakan, seperti dikutip dari BBC, saat ini belum ada restriksi terhadap perjalanan dari dan ke China.
Menurut Anas, terdapat 30 penerbangan dari China ke Cengkareng dalam satu hari dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai sekitar 5000 orang. Namun demikian, kewaspadaan di Bandara Soekarno-Hatta, yang menerima penerbangan langsung dari Wuhan terus ditingkatkan.
Alat pemindai suhu tubuh alias thermal scanner telah diaktifkan kembali guna mendeteksi gejala-gejala inveksi virus Corona, salah satunya suhu tubuh tinggi.