Memburu Harun Masiku
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
"Kita akan telusuri, kita akan terima apa pun informasinya dan tentu akan kita lakukan cross check atas kebenaran seluruh informasi. Yang pasti adalah kami sungguh-sungguh berharap sumbangsih informasi dari seluruh rekan-rekan, seluruh anak bangsa, bahwa negara ini harus bebas dari korupsi," katanya.
Sementara itu, anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Kurnia Ramadhana, melihat adanya keterangan janggal yang diberikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Hal ini menyangkut keberadaan Harun Masiku yang sampai saat ini masih buron.
“Kami melihat ada keterangan yang tidak benar disampaikan oleh Yasonna. Dia mengatakan bahwa Harun Masiku telah keluar dari Indonesia sejak 6 Januari dan belum kembali, tapi ternyata ada data terkait dengan itu Harun Masiku sudah kembali ke Indonesia 7 Januari, tapi tidak ditindaklanjuti oleh Kemenkum HAM. Baru kemarin mereka katakan dengan berbagai alasan menyebutkan ada sistem yang keliru,” kata Kurnia.
Koalisi Masyarakat Sipil kemudian melaporkan Menkumham Yasonna Laoly ke Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK, atas dugaan merintangi proses hukum kasus suap pengurusan PAW caleg PDIP.
Dalam laporannya, koalisi juga membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan Yasonna. Salah satunya berupa rekaman CCTV mengenai datangnya Harun Masiku ke Indonesia pada 7 Januari 2020.
"Kami bawa CCTV yang sudah beredar di masyarakat, kedatangan Harun di Soetta 7 Januari 2020 itu kan sebenarnya perdebatannya. Tidak masuk akal alasan Kumham. Sebenarnya sederhana. Mereka tinggal cek CCTV di bandara saja apakah temuan dan petunjuk Tempo, tapi itu nggak ditindaklanjuti dengan baik. Rentang dua minggu kita pandang nggak cukup membenarkan alasan dari Dirjen Imigrasi kemarin," kata Kurnia.
Licinnya Harun Masiku
Keberadaan Harun Masiku masih terus menjadi perhatian. Meski sudah ditetapkan tersangka, kader PDIP itu tak juga diketahui keberadaannya. Bahkan Presiden Joko Widodo bereaksi keras terkait dengan persoalan salah informasi dari jajarannya, menyangkut keberadaan caleg PDIP Harun Masiku.
"Saya hanya pesan, titip kepada semua menteri semua pejabat kalau membuat statement itu hati-hati. Terutama yang berkaitan dengan angka-angka, terutama yang berkaitan dengan data, terutama yang berkaitan dengan informasi. Hati-hati," kata Presiden Jokowi.