Umrah Disetop dan Haji Terancam Gara-gara Corona

Ilustrasi jemaah umrah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Eko Priliawito

Ace memaklumi kebijakan itu meski sebetulnya cukup kaget. Sebab, katanya, kebijakan itu seolah meng-gebyah uyah atau menyamaratakan bahwa semua warga asing, termasuk Indonesia, berpotensi menularkan virus corona di Saudi. Padahal, sejauh ini Indonesia nihil dari kasus corona. Lagi pula, Saudi sebetulnya sudah terbiasa menangani kasus-kasus seperti itu; "... negara yang setiap hari didatangi warga negara lain dari seluruh dunia untuk pelaksanaan ibadah umrah, termasuk jemaah muslim dari China."

img_title Masih Ingat Mita The Virgin? Kini Berangkat Umrah dan Tampil Berhijab

Pemerhati haji dan umrah sekaligus Ketua Umum Rabithah Haji Indonesia, Ade Marfuddin, setuju dengan pendapat DPR. Dia menghormati sepenuhnya kebijakan Saudi, tetapi mestinya tak sekaku itu, terutama pada Indonesia yang sejauh ini nihil kasus corona.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ade menilai, Saudi terbiasa menangani pencegahan-pencegahan penyebaran virus seperti itu dari warga asing, termasuk dari jemaah umrah atau haji. Mestinya, dia menyarankan, Saudi melarang tanpa toleransi warga asing yang negaranya dilaporkan terpapar corona, tetapi melonggarkan bagi negara yang sejauh ini nihil seperti Indonesia. Saudi juga tetap bisa menerapkan prosedur-prosedur pemeriksaaan secara ketat, sesuai protokol Badan Kesehatan Dunia, terhadap jemaah asal Indonesia.

img_title Gandeng DMI dan BPMI, Aqua Kembali Berangkatkan 26 Marbot Umrah ke Tanah Suci

"Jadi, tidak sekaku itu," kata Ade, kepada VIVAnews, mengacu pada informasi yang dia terima bahwa ada sejumlah jemaah umrah asal Indonesia yang sudah berada di Saudi yang dicegah beribadah umrah dan malahan segera dipulangkan. Mereka yang sudah telanjur di Tanah Suci, menurutnya, mestinya tetap diizinkan beribadah umrah, walaupun harus terlebih dahulu dikarantina.

Dia mengapresiasi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi yang melobi pemerintah Saudi agar jemaah asal Indonesia, terutama yang sudah mendapatkan visa, agar diizinkan masuk negara itu dengan pertimbangan Indonesia nihil corona. Namun, dia juga mengingatkan, pemerintah mesti memperkuat diplomasinya untuk bernegosiasi, misalnya, menuntut kompensasi dari Saudi terhadap jemaah asal Indonesia yang keberangkatan umrahnya dibatalkan atau ditunda.

Bagaimana pun jemaah umrah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk ibadah itu. Penundaan, atau risiko terburuknya pembatalan, tak hanya merugikan mereka secara materi melainkan juga psikologis.

img_title Kemenhaj Buka Opsi Cari Maskapai Lain Agar Biaya Haji Turun

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi telah menghubungi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia agar mengizinkan jemaah umrah asal Indonesia yang sudah telanjur di Saudi. Lagi pula, Retno berdalih, mereka yang sudah berada di Saudi itu sesungguhnya telah terbang sebelum keputusan penangguhan diumumkan oleh Pemerintah Raja Salman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut