Umrah Disetop dan Haji Terancam Gara-gara Corona
- VIVA.co.id/ Eko Priliawito
DPR juga mengingatkan agar pemerintah bersikap kritis atas kebijakan pemerintah Saudi itu. Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, misalnya, yang menilai wabah virus corona telah menjadi masalah dunia, melampaui wilayah epideminya di China. Bahkan, itu sudah menjadi pembahasan di luar kesehatan. “Dia (virus corona) sudah jadi komoditas politik," katanya, "yang bisa menentukan suatu hubungan ekonomi, budaya, agama antarnegara."
Nasib Musim Haji
Ade Marfuddin berharap penangguhan kunjungan ke Arab Saudi itu tak berlarut-larut, dan yang lebih penting, tak terjadi penularan virus corona di dalam negeri Saudi. Sebab, musim haji sudah menjelang. Kalau penangguhan kunjungan itu berkepanjangan, sedikit atau banyak akan memengaruhi persiapan penyelenggaraan haji.
Sejauh ini, menurut Ade, sistem penyelenggaraan haji secara umum sudah mapan, artinya tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan bahwa persiapan-persiapannya bakal terganggu. Namun, seandainya ditemukan kasus penularan corona di dalam negeri Saudi, bukan tidak mungkin pemerintah negara penjaga dua kota suci itu membuat kebijakan baru terhadap penyelenggaraan haji serupa kasus umrah. Indonesia, sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia tentu saja paling terdampak.
Pemerintah Indonesia pun, katanya, perlu menyiapkan berbagai antisipasi, misalnya, selagi warga asing dilarang masuk Saudi, Kedutaan Besar RI di sana harus mengerahkan aparaturnya untuk membereskan segala persiapan penyelenggaraan haji. Tujuannya agar ketika kelak Saudi sudah membuka masuknya warga asing, sekian persen persiapan penyelenggaraan haji sudah beres.