Dampak Corona pada Ekonomi Secepat Penularannya
- ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Pada 28 Februari, Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar dari Indonesia sebesar Rp30,8 triliun secara netto pada 1-27 Februari 2020. Penyebabnya, menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, karena investor cemas terhadap terhadap perkembangan wabah virus corona di dunia. Padahal, waktu itu Indonesia masih nihil kasus corona.
Pemerintah menjamin pasokan pangan cukup aman dan karena itu masyarakat diimbau tidak panik dan tidak berbelanja kebutuhan-kebutuhan pokok secara berlebihan. Pemerintah malah mengkhawatirkan situasi yang buruk kalau masyarakat panik dan memborong bahan-bahan kebutuhan pokok.
"Tindakan panic buying (berbelanja secara berlebihan karena panik) ini justru dapat merugikan masyarakat itu sendiri," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers di Jakarta pada 3 Maret, "karena dapat mendorong timbulnya ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pasokan."
Sebagai salah satu langkah untuk menjaga pasokan bahan pangan, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor sejumlah komoditas, seperti gula kristal merah yang digunakan sebagai bahan baku gula kristal putih untuk konsumsi. Izin impor mencapai 438.802 ton yang dapat memenuhi kebutuhan hingga Mei 2020.
Tidak kurang penting daripada itu, Agus juga menyerukan masyarakat agar tak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengenai pasokan dan harga bahan pokok. Pada dasarnya pemerintah ingin masyarakat tetap tenang sehingga semuanya tetap terkendali. Informasi yang keliru atau hoaks, apalagi tentang bahan pangan, akan memicu kekhawatiran yang berlebihan sehingga terjadi ketidakstabilan.
Berdasarkan catatan Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo), memang terjadi peningkatan jumlah belanja harian sejak pemerintah mengumumkan dua orang terinfeksi corona. Kenaikannya mencapai 10-15 persen dibanding hari biasanya, yang mengisyaratkan memang terjadi kepanikan, sedikitnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tetapi, menurut Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, "Kenaikannya hanya bersifat sementara dan naiknya juga tidak terlalu signifikan."
Ancaman penjara
Presiden Joko Widodo juga memberikan imbauan serupa. Dia mengklaim, pemerintah sudah bekerja dengan benar untuk mencegah wabah virus mematikan itu meluas, misalnya merawat dan mengisolasi kedua warga yang terinfeksi corona dan kini kondisinya membaik, melacak orang-orang yang pernah berkontak dengan kedua pasien, dan seterusnya.