Kakbah Ditutup dan Nasib Haji gara-gara Corona
- VIVA/Beno Junianto
Sebagaimana pernyataan Eko Hartono, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, pemerintah Saudi juga sudah mengklarifikasi kabar yang menyebutkan penyelenggaraan haji tahun 2020 akan ditangguhkan. “Pemerintah Saudi masih melihat perkembangannya dan akan mengambil keputusan pada saat yang tepat,” katanya.
Menurut Eko, pemerintah RI selalu berkoordinasi dengan pemerintah Saudi terutama untuk penyelenggaraan umrah dan haji. Sejauh ini, katanya, tidak ada indikasi pemerintah Saudi akan menangguhkan haji, dan karena itu pula, Kedutaan Besar RI di sana terus mempersiapkan segala yang diperlukan—meliputi akomodasi, transportasi, katering—sesuai rencana.
Dia bahkan menepis kemungkinan pemerintah Saudi akan membuat keputusan secara sepihak dan mendadak tentang penyelenggaraan haji. Sebagaimana diketahui, ritual ziarah kolosal itu melibatkan lebih 2,3 juta orang sedunia dari puluhan negara, termasuk Indonesia dengan jumlah jemaah terbesar. Maka, keputusan sepihak dan mendadak akan merugikan negara-negara lain juga.
Eko meyakini Saudi akan bersikap bijaksana dan tak akan bertindak tanpa terlebih dahulu berkomunikasi dengan negara-negara lain. Kalau sampai itu terjadi tentu akan berdampak luar biasa, termasuk pada Indonesia. “Kalau sampai [keputusan] itu diambil,” dia menekankan tanpa memerinci, “kita harus menyesuaikan banyak hal.”
Pejabat Indonesia di Jeddah yang ditugasi khusus untuk mengurusi haji, Endang Jumali, mengklaim sudah menanyakan langsung kepada otoritas Saudi tentang itu. Memang tidak ada rencana penundaan atau penangguhan haji tahun 2020 dan karena itu persiapan-persiapan terus berjalan.
Diantisipasi jika ditangguhkan
Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi tentang kemungkinan ibadah haji tetap terlaksana sesuai rencana terdengar pesimistis. "Masalah persiapan haji, kaitannya dengan wabah [corona] itu,” katanya dalam konferensi pers di kantornya Rabu lalu, “kita berdoa saja, semoga saat haji nanti sudah clear, ya." Dia seolah tak dapat menjamin wabah itu bakal mengganggu ibadah haji atau tidak. “Yang tahu ‘kan cuma Tuhan, ya."
Gelombang pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020 dijadwalkan dimulai pada pertengahan Juni. Razi berharap sebelum itu sudah ada kepastian. Namun, dia mengklaim telah menyiapkan rencana-rencana tertentu sebagai antisipasi jika wabah corona belum mereda dalam waktu dekat, meski tak disebutkan detailnya demi menghindari kepanikan masyarakat.