Corona di Indonesia Mulai Ugal-ugalan
- ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
VIVA – Penjelasan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, ketika mengumumkan kasus pertama paparan virus Corona Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lumayan melegakan. Seolah mengingatkan tak ada yang perlu dikhawatirkan, dia bilang bahwa penyakit flu biasa justru lebih mematikan daripada corona.
Namun, beberapa hari setelah itu, pernyataannya mulai dilupakan, masyarakat mulai cemas. Sebab, jumlah paparan Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari. 16 hari kemudian mulai tampak jelas bahwa trennya benar-benar drastis dan mencengangkan.
Pada saat wabah virus corona di China menujukkan tanda-tanda mereda, dan di beberapa negara lain mulai terlihat terkendali, di Indonesia seolah baru saja melewati garis start. Jumlah orang terinfeksi membengkak, pasien yang meninggal dunia bertambah, dan wilayah persebaran meluas.
Ugal-ugalan
Pengumuman pemerintah tentang pemutakhiran data paparan virus corona di Indonesia pada 18 Maret 2020 bikin bergidik. Jumlah orang yang terinfeksi melambung dari 172 sehari sebelumnya menjadi 272 di hari itu. Ada penambahan 55 pasien yang dinyatakan positif terjangkit—terbanyak sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama.
Maklumat yang tak kalah mencengangkan ialah jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sehari sebelumnya 7 orang, lalu tiba-tiba di hari itu melesat menjadi 19 orang. Angka itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan rasio kematian akibat corona sebesar 8,37 persen, tertinggi ketiga setelah San Marino dan Filipina.
Berusaha menenangkan diri, publik Tanah Air berharap lonjakan itu yang terakhir dan grafik selanjutnya perlahan menurun. Tetapi tidak. Malahan mulai ugal-ugalan. Pembaruan data yang pemerintah sampaikan sehari kemudian membuat syok: 309 orang terinfeksi dan 25 orang tewas.
Kabar baik di hari itu hanyalah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh bertambah menjadi total 15 orang. Tetapi, itu sekaligus kabar buruk karena jumlah pasien yang sembuh kalah dengan yang meninggal dunia. Provinsi-provinsi yang dideteksi ditemukan kasus paparan corona juga meluas menjadi 12 provinsi: Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Lampung, Riau, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.
Indonesia mulai disorot dunia terutama karena rasio kematiannya yang tinggi dan melampaui rasio kematian secara global sebesar 4,01 persen. Di China, jumlah terinfeksi mencapai 81.087 tetapi rasio kematiannya 3,99 persen dengan jumlah korban yang meninggal dunia 3.232 orang.