Menghitung Mundur Ledakan Corona

Begitu rantai penularan disetop, dia meyakini, pertambahan kasus masih akan terjadi tapi sedikit, tak secepat pada fase-fase awal. Dalam kondisi itulah akan terjadi keseimbangan baru antara tingkat pertambahan kasus infeksi dengan tingkat kesembuhan pasien sekaligus jumlah pasien yang meninggal dunia, sampai grafiknya perlahan menurun.

img_title Menkes Sebut Penularan Campak Lebih Tinggi Dibanding Covid: Bisa Sampai 18 Orang

Adu cepat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, dua hal utama itu, kesigapan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat, belum terjamin sepenuhnya. Indonesia termasuk terlambat dan tergagap-gagap begitu terkonfirmasi kasus perdana corona. Pemeriksaan terhadap mereka yang dicurigai mula-mula hanya dipusatkan di laboratorium utama Kementerian Kesehatan di Jakarta.

img_title Menebak Krisis Energi Sekarang, Apakah Lebih Buruk dari Covid-19?

Prosedur itu dirasa malah bikin lamban dan bertele-tele dan akhirnya laboratorium-laboratorium serupa di daerah-daerah diizinkan melakukan prosedur yang sama. Barulah disadari bahwa laju penyebaran jauh lebih cepat daripada upaya menghentikannya: kota-kota besar melaporkan satu per satu temuan kasus paparan corona.

Baru belakangan pemerintah seolah menyadari harus adu cepat dengan virus itu. Diimporlah alat pemeriksaan cepat (rapid test) untuk memeriksa secara massal orang-orang pernah berkontak dengan pasien positif terjangkit. Sayangnya baru 2.000 unit yang datang (20 Maret) dari 100.000 yang akan direncanakan. Itu pun lebih dahulu diprioritaskan untuk di Jakarta Selatan, wilayah pertama temuan corona dan sekarang dianggap paling rawan. Padahal, rumah sakit-rumah sakit rujukan di daerah-daerah memerlukan secepatnya.

img_title Tak Cuma Covid-19, Lab Canggih Milik Kalimantan Selatan Bisa Deteksi Kanker dan Tuberkulosis

Upaya pemerintah pusat dalam hal itu kalah start dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah melakukan pemeriksaan cepat sejak pekan lalu. Gubernur Ridwan Kamil mengaku cepat-cepat mendatangkan alat rapid test itu dari Korea Selatan karena sedari dini telah memprediksi cepatnya persebaran Covid-19. Alasannya, ada tiga kota di Jawa Barat yang berbatasan dengan Jakarta, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi.

Penggunaan rapid test di Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim, cukup efektif dan efisien untuk deteksi dini dibandingkan dengan pemeriksaan melalui laboratorium bio security level II yang sesuai standar Badan Kesehatan Dunia dan hasilnya diketahui dua-tiga hari kemudian. Sudah diperiksa 300 orang dan 3 di antaranya positif. Ketiga orang itu, sebagaimana dikhawatirkan, justru tampak sehat dan tidak memperlihatkan gejala sakit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut