Indonesia Ancang-ancang Lockdown
VIVA – Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa dia tak sedikit pun berpikir untuk memberlakukan karantina wilayah alias lockdown demi menghentikan laju penyebaran wabah Corona di Indonesia mulai diuji.
Waktu pernyataan itu disampaikan memang terasa melegakan, seolah sudah ada jaminan situasi di Indonesia tak akan seseram di Italia, atau Wuhan, kota asal wabah Covid-19 di China. Tetapi sekarang titah sang Kepala Negara mulai terdengar rapuh, terutama setelah jumlah kasus infeksi Corona di Tanah Air terus meningkat signifikan dan tingkat kematiannya tinggi.
Ribuan orang mudik lebih dini dari Jakarta ke daerah-daerah. Sejumlah daerah tak lagi segan mewacanakan lockdown lokal, bahkan ada sudah memulai.
Surat telegram rahasia kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya yang berisi perintah persiapan lockdown di wilayah Jakarta dan sekitarnya bocor ke publik. Polisi tak menyangkal kabar itu, meski memang belum ada keputusan dari pemerintah pusat untuk mengarantina Ibu Kota. Polisi berdalih itu untuk simulasi alias latihan, jadi aparat sudah siap kalau-kalau nanti diputuskan lockdown.
Sudah siaga lockdown
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, semula berhati-hati berbicara yang berkonten tentang lockdown atau sejenisnya. Namun, belakangan dia mulai terang-terangan, di antaranya bahwa pemerintah secepatnya membahas rancangan Peraturan Pemerintah tentang Karantina. Bahkan, pemerintah mulai memilah dan memilih model-model lockdown di sejumlah negara.
Dipilihlah model lockdown seperti di Belanda, yang secara umum tidak menutup total-jenderal seluruh aktivitas publik, melainkan masyarakat masih dapat beraktivitas meski amat terbatas dan dengan penjagaan lebih ketat.
Wilayah utama di Indonesia yang dimungkinkan dikarantina ialah episentrum pandemi: DKI Jakarta. Namun, sebagaimana ancang-ancang Kepolisian Jakarta, diperkirakan daerah-daerah sekitar Ibu Kota—Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi—bakal diisolasi juga.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga berterus terang telah membahas skenario itu dan persiapan-persiapannya dengan panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya dan kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.
Dua provinsi yang beberapa kotanya berbatasan dengan Jakarta, yakni Jawa Barat dan Banten, juga sudah menimbang-nimbang keputusan lockdown. Gubernur Ridwan Kamil bahkan meminta warga Jawa Barat agar mempersiapkan diri agar tidak kaget jika sewaktu-waktu diputuskan lockdown.