Tragedi Pemalang, Musibah KA Terburuk 2010
- ANTARA/Oky Lukmansyah
KNKT menerjunkan enam orang untuk melakukan penyelidikan kecelakaan tersebut. Barata menjamin hasil penyelidikan akan proporsional karena KNKT terdiri dari orang-orang independen yang hasil rekomendasinya tidak bisa dipaksakan pemerintah atau dipatahkan.
Kecelakaan kereta pada Sabtu dini hari itu, sejatinya tidak cuma satu. Satu jam sebelum kecelakaan di Pemalang, tabrakan juga terjadi di Stasiun Purwosari Solo pada pukul 02.35 WIB. Kereta Api Bima jurusan Jakarta-Surabaya menabrak Kerea Api Gaya Baru yang sedang berhenti. Tabrakan ini menyebabkan satu orang tewas.
Satu hari dua musibah dalam tempo hampir bersamaan membuat politisi Senayan resah. Karena itu, Komisi Bidang Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat akan memanggil Menteri Perhubungan Freddy Numberi pada Senin 4 Oktober 2010 besok.
Untuk kasus Solo misalnya. Menurut Anggota DPR Agus Bastian, berdasarkan data yang diperolehnya, kecelakaan ini kemungkinan akibat faktor kelalaian petugas PT Kereta Api.
Kata dia, di Stasiun Purwosari tidak dilengkapi rambu pemberhentian lokomotif. Ketika KA Gaya Baru masuk ke perlintasan pemberhentian stasiun, petugas PT KA tidak mengetahui jika gerbong paling belakang masih berhenti di persimpangan jalur.
Biasanya rambu batas pemberhentian kereta itu di pasang di depan dan belakang perlintasan, dengan panjang lintasan sampai 12 loko. "Tapi di depan sana tidak ada rambu sehingga terjadi tabrakan," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan para menteri, Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, dan Menneg BUMN untuk menangani kecelakaan ini. Presiden menginstruksikan agar siapapun yang lalai diberikan sanksi yang setimpal sesuai dengan kesalahannya. (hs)
Baca juga:
4 Wanita Cantik Ini Dulu Seorang Pria
Lorenzo Keluhkan Gaya Balap Rossi
Pewaris Kerajaan Bisnis Taipan Prajogo
Puluhan Militan Eropa Berlatih Jadi Teroris
Bangun MRT, 2 Tahun Jakarta Macet Total