Mengapa Sultan Tinggalkan Nasdem

Nasional Demokrat
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVAnews - Pernyataan mengejutkan disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Raja Yogya ini memutuskan hengkang dari organisasi masyarakat  Nasional Demokrat (Nasdem). Padahal Sultan, yang juga tokoh senior Partai Golkar ini menduduki sejumlah posisi penting.

img_title Polres Tangsel Usut Kasus Dolar Singapura Palsu Senilai Rp4,7 M, Begini Pengakuan Terlapor

Bersama Surya Paloh, Sri Sultan masuk dalam daftar inisiator nasional organisasi itu. Ia juga duduk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional, sekaligus sebagai anggota.  Boleh dibilang, Nasdem hampir melekat dengan Sri Sultan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan keluar dari Nasdem itu bermula dari bersalin rupanya Nasdem dari organisasi massa menjadi partai politik. Partai baru itu didaftarkan di Departemen Hukum dan HAM. Sejumlah cabang di daerah sudah pula dideklarasikan. Lengkap dengan kepengurusan. Meski bukan Nasdem yang sama, nama dan lambang sangat mirip dengan organisasi yang ikut didirikan Sri Sultan itu.

img_title Riset Ungkap 51,9 Persen Gen Z Rela Potong Anggaran Nongkrong demi Hobi Olahraga

"Betul saya keluar dari Nasdem, karena bagi saya tidak ada kesepakatan Nasdem jadi partai," kata Sultan usai berdialog dengan warga lereng Merapi di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Kamis 7 Juli 2011. "Jadi saya tidak mau."

Memang saat ini terdapat Partai Nasdem dan organisasi massa Nasional Demokrat. Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, juga dikenal aktif di organisasi massa Nasional Demokrat yang dipimpin Surya Paloh. Kedua organisasi ini, seperti diutarakan Patrice Rio Capella, sama-sama mengusung agenda restorasi Indonesia.

Sultan sudah mengirim surat pengunduran diri. Surat itu dikirim kepada pejabat, pengurus, dan kader Nasdem. Surat itu menggunakan kop keraton. Namun, kata Sultan, surat itu bukan atas nama keraton. Tapi atas nama pribadi.

img_title Alumni Pesantren, Begini Pesan Syakir Daulay Buat Para Santri yang Pengen Bikin Film

Bagi Sultan surat pengunduran diri berkop keraton tidak menjadi masalah. Karena, di bagian bawah sudah dibubuhkan nama Sultan. "Kalau di bawahnya tidak ada nama sultan itu berarti surat keraton, tapi itu kan ada nama saya," katanya. Sultan mengaku meninggalkan Nasdem atas kesadaran sendiri. Tanpa ada tekanan dari pihak manapun. "Bunyi suratnya sudah jelas," kata dia.  Ya, karena Nasdem menjadi partai itu.

Partai Nasdem dan organisasi massa Nasdem memang tidak bisa dipisahkan. Yang pertama dinspirasi oleh yang kedua.  Dengarlah apa yang dikatakan Patrice. Partai Nasdem, katanya, memang terinspirasi Ormas Nasional Demokrat. Ketua Umum Nasional Demokrat, Surya Paloh, juga beberapa kali hadir di rapat-rapat Partai Nasdem.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut