Habis Diblokir, Tangkuban Perahu "Waspada"

Objek wisata Gunung Tangkuban Perahu saat Lebaran
Sumber :
  • Antara/ Edi Suhaedi

VIVAnews - Status kegunungapian Tangkuban Perahu naik ke level waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gunung ini berada di level III--waspada--sejak pukul 23.00 WIB Kamis, 23 Agustus 2012. 

img_title Bos BGN Bidik 72 Juta Penerima MBG di 2027

“Terekam ada 264 kali gempa vulkanik dengan amplitudo maksimum 2-22 milimeter dengan durasi 4-17 detik, sejak 1 Juli-22 Agustus 2012,” kata Kepala PVMBG, Surono, Jumat 24 Agustus 2012. “Selain gempa vulkanik, terekam juga gempa tektonik lokal sebanyak 10 kali dan gempa tektonik jauh sebanyak 55 kali,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Nggak Berani Berhadapan dengan GTA 6, Game Ini Pilih Menunda Rilis

Aktivitas vulkanik di Tangkuban Perahu melonjak signifikan sejak 13 Agustus 2012, ditandai dengan adanya gempa vulkanik harian dan gempa vulkanik dangkal.

“Jumat dini hari tercatat terjadi tremor selama 4 jam dengan amplitudo 5-20 milimeter, dari pukul 00.00-04.00 WIB,” Surono menerangkan.

img_title Megawati Hangestri Ungkap Asal-usul Panggilan ‘Muni’ untuk Bae Yoo Na di Hillstate

Terkait peningkatan status ini, PVMBG telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat. Surono menyatakan BPPD akan mengambil sejumlah langkah persiapan untuk menghadapi kemungkinan terburuk. PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Tangkuban Perahu setiap detiknya.

PVMBG sendiri mengimbau warga sekitar untuk tetap tenang. "Saya mengimbau warga masyarakat serta pengunjung tetap tenang. Kami (PVMBG) akan memberi tahu perkembangan secara terus-menerus mengenai status Gunung Tangkuban Perahu," katanya.

Pihak pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu sendiri mengaku tidak terpengaruh dengan kenaikan status itu. "Kami akan tetap membuka Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu, terlebih kemarin sempat ada insiden penutupan," kata Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban. "Kami belum menerima surat pemberitahuan resmi. Saat ini pengunjung ramai, bahkan cuaca di sini sangat bersahabat dan cerah," ujarnya.

Adapun, insiden penutupan yang dimaksud oleh Kaban merujuk kepada pemblokiran TWA yang dilakukan oleh warga dan pedagang pada 14 - 22 Agustus 2012. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perseteruan pedagang  

Konflik antara ribuan pedagang dan pengelola wisata Tangkuban Perahu yang berujung pada penutupan sepihak kawasan wisata alam itu di antaranya disebabkan oleh retribusi yang diminta oleh PT. Graha Rani Putra Persada (GRPP) kepada pedagang, pemandu wisata, sampai petugas parkir di kawasan TWA. Sejumlah fasilitas milik pedagang pun disebut telah diambil alih oleh PT. GRPP. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut