Adu Program Kerakyatan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta
Selasa, 20 Mei 2014 - 23:18 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Jika visi dan misi pasangan Jokowi-JK terdiri dari 41 halaman, hal yang sama yang dideklarasikan pasangan Prabowo-Hatta hanya memuat 7 halaman. Itu sudah termasuk agenda dan program nyata yang akan diusung keduanya.Â
Prabowo dan Hatta mendeklarasikan visi yang menerjemahkan secara penuh maksud dan tujuan para pendiri bangsa, yaitu "Membangun Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur Serta Bermartabat".
Pasangan yang mendeklarasikan diri di Rumah Polonia ini mengemban misi sebagai berikut. Pertama, mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman dan stabil, sejahtera, demokratis, dan berdaulat, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan mandiri.Â
Ketiga, mewujudkan Indonesia yang berkeadian sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak, berbudaya luhur, berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif dan trampil.
Untuk merealisasikan visi dan misi di atas, Prabowo-Hatta akan melaksanakan Agenda dan Program Nyata Untuk Menyelamatkan Indonesia. Berikut agenda dan program tersebut.
1. Membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur.
2. Melaksanakan ekonomi kerakyatan
3. Membangun kembali kedaulatan pangan, energi dan sumber daya alam
4. Meningkatkan kualittas sumber daya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan
5. Meningkatkan kualitas pembangunan sosial melalui program kesehatan, sosial, agama, budaya dan olahraga.
6. Mempercepat pembangunan infrastruktur
7. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup
8. Membangun pemerintahan yang melindungi rakyat, bebas korupsi dan efektif melayani
Strategi Perang
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD yang digadang-gadang sebagai ketua pemenangan pemilu Prabowo-Hatta mengatakan, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berpeluang memenangkan pemilihan presiden. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Mahfud dalam wawancara dengan tvOne, Selasa 20 Mei 2014.
"Kekuatan pemetaan mereka telah teridentifikasi, bisa disinergikan dengan modal-modal yang saya miliki," ujarnya.
Mahfud menyatakan, strategi yang diterapkan Prabowo-Hatta maupun Partai Gerakan Indonesia Raya sudah seperti menghadapi perang. Namun menurutnya kesiapan tersebut justru sangat baik. Mahfud juga menyinggung soal transaksi politik yang terjadi meski salah satu calon menyatakan koalisi dilakukan tanpa syarat.Â
"Yang melakukan transaksi memang bukan calonnya tapi orang-orang di sekitarnya, itu terjadi di kedua poros dan itu juga biasa dalam politik," ungkapnya.
Halaman Selanjutnya