Adu Program Kerakyatan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta

Deklarasi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

img_title Hindari Manipulasi, Sahroni Minta RUU Perampasan Aset Sikat Pihak Ketiga yang Terendus: Asetnya Disita Dulu
Ketika ditanya soal pencalonannya sebagai calon wakil presiden dari salah satu poros, Mahfud mengatakan soal cawapres sudah selesai. "Yang kita bicarakan ke depan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title John Herdman Temukan Formula Timnas Indonesia, Racikan Ini Jadi Senjata Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Mengenai dukungan dari para kiai terhadap Prabowo-Hatta, Mahfud mengatakan sebagai santri dia tidak boleh mendahului kiai. Mahfud hanya mengutarakan dia telah mendatangi para kiai satu per satu. Menurut Mahfud memang ada titipan dari para kiai yang harus disampaikan ke Prabowo. Hanya Mahfud tidak menjelaskan apakah titipan tersebut.

img_title Tak Main-main Bereskan Kasus Lapas Cibinong, Menimipas Instruksikan Audit Dugaan Pungli Remisi
"Namanya titipan tidak boleh dibuka," ujarnya.

Plus Minus 2 Pasangan 

Masing-masing pasangan bakal calon memiliki kekurangan dan kelebihan. Hal tersebut dikemukakan peneliti Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfarabi kepada VIVAnews.

Adjie mengatakan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dianggap lebih cerdas dibanding dengan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Prabowo juga dinilai publik lebih tegas dari Jokowi," katanya.

Menurut Adjie, selain lebih cerdas dan tegas, Prabowo-Hatta juga dinilai publik lebih memiliki pengalaman di pemerintahan. Adjie mengatakan minimnya pengalaman Prabowo di pemerintahan dapat ditutupi oleh Hatta yang memiliki pengalaman sebagai menteri selama lebih dari 10 tahun.

Terakhir, Hatta menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebelum mengundurkan diri. Sebelum menjadi Menko, Hatta sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara. Pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Hatta juga pernah menjadi Menteri Riset dan Teknologi. 

"Hatta dengan pengalamannya di birokrasi sebagai menteri akan mampu menutupi kekurangan Prabowo," ujarnya.

Namun seperti pasangan Jokowi-JK, pasangan Prabowo-Hatta juga harus gencar melakukan sosialisasi ke publik. Menurut Adjie paket kedua pasangan capres-cawapres belum dikenal oleh publik. Elektabilitas cawapres menurut Adjie juga belum mampu mendongkrak elektabilitas capres.  

Sementara, publik menilai pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih jujur dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. "Publik juga menganggap mereka berdua lebih dekat dengan rakyat," kata Adjie.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Namun menurut Adjie, dalam survei LSI pada Mei lalu, belum terlihat sosok calon wakil presiden yang mampu meningkatkan elektabilitas calon presiden. Ketika dipasangkan dengan JK ternyata elektabilitas Jokowi tidak naik signifikan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut