Siapa Wakil Ahok?

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

img_title Usai Unggah Video Call Ruben Onsu dengan Pria, Sarwendah Bakal Bongkar Bukti Satu Per Satu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, jauh hari sebelum dilantik, Ahok kerap kali menyebut sejumlah nama yang akan mengisi kursi DKI 2, mulai dari menyebut nama sejumlah artis dengan nada bercanda hingga sejumlah nama yang disampaikan dengan serius.
img_title 5 Bukti Emil Audero Layak dapat Guard of Honour usai Bawa Timnas Indonesia Juara


img_title 5 Fitur Hp yang Wajib Ada pada 2026, Jangan Cuma Tergiur Kamera Megapiksel Besar
Mereka diantaranya Penyanyi muda Raisa Andriana, aktris Dian Sastrowardoyo, aktri senior yang kini menjabat anggota DPR Rieke Diah Pitaloka, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sarwo Handayani, mantan Wali Kota Blitar Jawa Timur Djarot Saiful Hidayat, dan belakangan muncul nama baru yakni mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono.

Mengerucut tiga nama


Setelah resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta, penyebutkan nama calon pendamping Ahok  mulai mengerucut. Setidaknya ada tiga nama yang hingga kini kerap disampaikan Ahok ketika ditanya ihwal calon penghuni lantai II gedung Bali Kota, yakni anggota TGUPP Sarwo Handayani, mantan Wali Kota Blitar Jawa Timur Djarot Saiful Hidayat, dan mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono.

Misalnya, Ahok menyebut Sarwo Handayani sebagai wakil gubernur ideal, karena dinilai memenuhi beberapa kriteria yaitu jujur, mau bekerja keras, dan telah teruji integritasnya di jabatan eksekutif.

"Kriterianya seperti Bu Yani, yang terbukti bisa bekerja keras," ujarnya, di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Sabtu 23 Agustus 2014.

Pada kesempatan lain, Ahok juga pernah menyebut nama mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat. Hal itu diungkapkan Ahok menyusul penengsahan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah oleh DPR RI pada 26 September 2014 lalu, yang salah satunya mengatur mekanisme pemilihan wakil gubernur ditunjuk oleh gubernur setempat.

Dia menyatakan, dengan menggunakan kewenangannya berdasarkan UU tersebut, dia berpikir untuk memilih mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat.

"Ya kalau saya bisa milih, saya memang mau pilih yang bisa kerja dan sudah terbukti kejujurannya ya. Pak Djarot itu kan sudah terbukti sudah berhasil menjadi Wali Kota," kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Sementara, pada Selasa 25 November 2014 kemarin, Ahok menyatakan membuka kemungkinan memilih mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono untuk mendampinginya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut