Menguji Taji Pidato Jokowi

Presiden Joko Widodo Presiden China PM Jepang Raja Yordania
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

img_title AIIB Mulai Cairkan Utang untuk RI US$216,5 Juta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Modal awal AIIB dikatakan mencapai US$50 miliar. Dan, jumlah itu akan ditingkatkan hingga US$100 miliar. AIIB digunakan untuk pendanaan pembangunan jalan, kereta api, bandara, dan proyek infrastruktur lainnya di Asia.
img_title Pertemuan IMF dan Bank Dunia Bahas Kejahatan Pajak


Tanggapan pengusaha
img_title Bank Dunia Nilai Suku Bunga BI Terlalu Tinggi


Berdirinya AIIB, dan turut terlibatnya Indonesia di bank tersebut, cukup diapresiasi oleh kalangan pengusaha. Menurut pandangan pebisnis, Indonesia membutuhkan dukungan berbagai lembaga keuangan internasional.

"Dunia kan tumbuh, berubah. Perdagangan juga berkembang. Jadi, sangat wajar muncul lembaga keuangan baru, seperti yang diprakarsasi Indonesia dan China untuk pembiayaan infrastruktur," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani.

Keberadaan lembaga keuangan di sebuah kawasan, kata dia, mutlak diperlukan. Sebab, lembaga tersebut bisa mencurahkan konsentrasi untuk menyelesaikan masalah keuangan di kawasan itu.

Lembaga pembiayaan internasional seperti ADB, IMF, dan Bank Dunia, mengurusi perekonomian tak hanya di wilayah Asia, tapi juga wilayah-wilayah lainnya seperti Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita sebagai negara pengiur belum tentu dapat imbal balik. Kalau membuat lembaga baru di kawasan kita, ini akan cocok kepada kita dan manfaatnya akan lebih terasa. Kalau dibangun dari Asia dan manfaatnya untuk Asia dan mereka akan konsentrasi ke Asia," kata dia.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma.

Risma: Jerman Sumbang Rp1,5 Triliun untuk Bangun Trem

Sisanya, akan minta anggaran dari APBN.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut